Lebih dari setengah (54%) keluarga yang terkena banjir di Pakistan tidur di tenda atau tempat penampungan sementara, bahkan seringkali hanya beralaskan lembaran plastik tipis. Sementara itu, sekitar satu dari enam (16%) tidak memiliki tempat berlindung sama sekali, menurut penelitian baru oleh Save the Children.
Badan bantuan tersebut mensurvei 1.200 rumah tangga di empat provinsi yang paling parah dilanda banjir dahsyat di Pakistan. Sebagian besar keluarga yang disurvei telah kehilangan rumah dan hidup dalam kondisi kumuh di pinggir jalan. Mereka menggunakan potongan kain atau terpal untuk berlindung dari hujan monsun. Lebih dari setengah lainnya tidak memiliki akses ke toilet dan terpaksa buang air besar di luar atau di genangan air, yang berisiko tinggi menyebarkan penyakit serius seperti kolera dan disentri.
Banjir telah menghancurkan persediaan air. Sebanyak 80% keluarga melaporkan tidak memiliki cukup air bersih dan banyak orang tidak punya pilihan selain minum dari sumber air yang terkontaminasi. Sekitar satu dari lima rumah tangga mengaku mendapatkan air untuk minum dan memasak dari kanal, mata air, atau sungai yang sebagian besar sudah tercemar banjir.
Anak-anak yang tidur di luar tanpa tempat berteduh atau air minum bersih berada pada risiko serius penyakit yang mengancam jiwa seperti malaria, disentri, dan diare, juga gigitan serangga dan ular. Air yang tergenang menjadi daya tarik bagi ular dan laba-laba berbisa. Lebih dari dua juta rumah telah hancur sejak banjir pertama kali melanda pada Juni, menggusur 7,6 juta orang, menyebabkan kelaparan dan penyakit yang merajalela. Pakistan sekarang menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang besar.
Jutaan keluarga juga kehilangan satu-satunya sumber pendapatan mereka akibat banjir. Seperempat orang tua yang disurvei mengatakan mereka terpaksa mengirim anak-anak mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







