• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kontroversi Eurovision 2025: Tuduhan Manipulasi Suara dan Kritik atas Partisipasi Israel

by Adara Relief International
Mei 21, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kontroversi Eurovision 2025: Tuduhan Manipulasi Suara dan Kritik atas Partisipasi Israel

Penonton mengangkat bendera Palestina di Eurovision 2025 saat kontestan Israel Yuval Raphael tampil (Tangkapan layar/X)

25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Keberhasilan Israel dalam ajang Eurovision Song Contest pada tahun ini memicu kecurigaan dan kritik tajam terhadap proses pemungutan suara. Stasiun penyiaran publik Spanyol, RTVE, secara resmi meminta audit atas hasil suara publik, sementara kecaman terhadap hasil kontes menyebar luas di media sosial.

Selama berbulan-bulan, Spanyol konsisten mengkritik keputusan panitia Eurovision yang tetap mengizinkan Israel berpartisipasi di tengah agresinya yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Bersama Slovenia dan Islandia, RTVE telah mengajukan kekhawatiran mereka kepada European Broadcasting Union (EBU) sejak April lalu, mempertanyakan moralitas mengikutsertakan negara yang sedang mengepung wilayah sipil dan melakukan pengeboman tanpa henti.

Ketegangan memuncak setelah hasil final diumumkan pada Sabtu malam, ketika Israel menempati posisi kedua dalam pemungutan suara publik, terpaut hampir 80 poin dari Austria. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kemudian menyerukan agar Israel dikeluarkan dari ajang budaya internasional seperti Eurovision.

“Kita tidak bisa menerima standar ganda, bahkan dalam urusan budaya,” ujar Sanchez. “Tidak ada yang terkejut ketika Rusia dilarang mengikuti kompetisi internasional setelah menginvasi Ukraina tiga tahun lalu. Maka, seharusnya Israel pun tidak diperbolehkan.”

Kontroversi ini juga menyangkut dampak partisipasi Israel terhadap hasil kontestan lain. Wakil Spanyol, Tommy Cash, harus puas di posisi ketiga, tepat di belakang Israel. Padahal, juri Spanyol tidak memberikan satu poin pun kepada Yuval Raphael, perwakilan Israel. Namun, publik Spanyol justru memberikan skor tertinggi kepadanya—suatu hal yang dianggap aneh mengingat sentimen publik yang kuat terhadap agresi Israel di Gaza.

Ketika RTVE meminta EBU untuk menyerahkan laporan pemungutan suara yang rinci berdasarkan negara, laporan yang diberikan dinilai tidak memenuhi harapan karena tidak mencantumkan rincian per negara. Sejumlah negara lain dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan audit serupa.

Di luar kecurigaan akan manipulasi suara, partisipasi Israel di Eurovision tahun ini juga menuai kritik luas di media sosial. Dalam penampilan kelompok, para kontestan menyanyikan lirik yang berbunyi, “Non-political, strictly neutral, doesn’t matter if you’re good or brutal”—yang segera menuai sindiran karena dianggap menormalisasi kekerasan Israel dan menyembunyikannya di balik dalih netralitas.

Warganet menuding Eurovision menerapkan standar ganda: Rusia dilarang karena menginvasi Ukraina, tapi Israel diizinkan tampil dua kali meskipun melakukan kejahatan kemanudiaan terhadap warga Palestina. Salah satu unggahan menyatakan, “Eurovision mencerminkan kemunafikan Barat dan nilai-nilai palsu mereka. Rusia diboikot karena perang, tapi Israel dibiarkan tampil sambil membunuh ribuan warga sipil.”

Yuval Raphael juga dikritik karena berfoto di tempat yang sama dengan pendiri gerakan Zionisme, Theodor Herzl, yang ditafsirkan sebagai pesan politik terselubung. Penonton yang menyaksikan secara langsung juga membagikan video suasana nyata di dalam arena, menunjukkan banyaknya penonton yang mencemooh Raphael—tetapi suara tersebut tidak terdengar dalam siaran resmi, yang diduga telah ditimpa dengan sorakan palsu.

Aksi protes sempat terjadi langsung di lokasi. Sejumlah aktivis dari organisasi Inggris Youth Demand mencoba naik ke panggung saat Raphael tampil, namun mengaku mengalami kekerasan fisik dari pihak keamanan Eurovision. “Tepat sebelum penampilan Israel, tiba-tiba keamanan diperketat, dan rencana kami gagal. Kami mendapat perlakuan kasar dari petugas keamanan, staf Eurovision, dan bahkan polisi,” ujar salah satu aktivis dalam pernyataan video.

Selain itu, selama tahap pemungutan suara publik, beberapa warganet mengaku melihat iklan YouTube yang mendorong mereka untuk memilih Israel hingga 20 kali. Iklan itu, menurut klaim mereka, didanai oleh lembaga pemerintah Israel dan ditayangkan kepada lebih dari 25 juta pemirsa—sebuah bentuk kampanye yang dianggap melanggar semangat keadilan dalam kompetisi.

Walau Eurovision memang memperbolehkan pemirsa memberikan suara hingga 20 kali, beberapa akun pro-Israel mengaku telah memilih lebih dari batas tersebut. Jika benar, ini melanggar aturan Eurovision dan memperkuat dugaan manipulasi hasil.

Baca Juga

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Di tengah semua tudingan ini, para pendukung Israel membantah dengan mengatakan bahwa “media sosial bukanlah dunia nyata,” dan bahwa Israel mendapat suara dari “mayoritas yang diam.” Namun, banyak pihak tetap menilai bahwa Eurovision telah menjadi alat propaganda Israel.

“Mereka jelas kalah di media sosial, dan ini satu-satunya cara mereka untuk meyakinkan rakyat Israel bahwa dunia masih mendukung genosida itu,” tulis salah satu pengguna X.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net/trending/eurovision-2025-israel-success-sparks-backlash-and-suspicion-voting-manipulation

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB: Bantuan Sudah Masuk Gaza, Tapi Belum Ada yang Didistribusikan

Next Post

Israel Paksa Tiga Keluarga Palestina di Al-Quds (Yerusalem) Bongkar Rumah Sendiri, Puluhan Warga Jadi Tunawisma

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
18
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Israel Paksa Tiga Keluarga Palestina di Al-Quds (Yerusalem) Bongkar Rumah Sendiri, Puluhan Warga Jadi Tunawisma

Israel Paksa Tiga Keluarga Palestina di Al-Quds (Yerusalem) Bongkar Rumah Sendiri, Puluhan Warga Jadi Tunawisma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630