Istanbul — Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menghadiri sejumlah kegiatan kemanusiaan di Turki bersama perwakilan lembaga-lembaga kemanusiaan di bawah naungan KPIPA serta komunitas Adara.
Konferensi Aktivis Baitul Maqdis ke-14

Konferensi yang diselenggarakan oleh Global Coalition for Quds and Palestine (GCQP) ini berlangsung di Kaya Istanbul Fair & Convention Hotel pada 25–27 April 2025. Sebanyak 1200 peserta dari 60 negara turut serta menghadiri konferensi ini, yang bertujuan untuk memberi dukungan bagi keteguhan warga Gaza.
Mengangkat tema “Memenangkan Gaza adalah Tanggung Jawab Umat”, konferensi ini menyajikan beragam seminar yang membahas isu genosida dan ethnic cleansing yang terus terjadi di Palestina hingga saat ini, serta peran strategis umat Islam global dalam mendukung Thufan Al-Aqsa.
Tak hanya itu, pada konferensi ini turut diselenggarakan empat bidang workshop, meliputi Tawanan, Al-Quran dan Tepi Barat, Tasawuf, Media dan Pemuda. Salah satu pembicara kelas ini adalah Usman Bilal, seorang mantan tawanan yang memberikan kesaksian langsung tentang kehidupan tawanan Palestina di penjara Israel.
Beragam inisiatif dan proyek inovatif juga diperkenalkan untuk mendukung perjuangan Palestina. Konferensi ini turut dimeriahkan dengan pameran dari berbagai lembaga kemanusiaan dan pertunjukan seni khas Palestina.
Konferensi ini kembali menegaskan bahwa warga Gaza akan tetap bertahan untuk mempertahankan Al-Qur’an, serta menyerukan gencatan senjata, pembukaan blokade di perbatasan, dan membangun kembali Gaza.
Wawancara Eksklusif bersama Media Barakah

Usai konferensi, Maryam diundang oleh Media Barakah untuk melakukan sesi wawancara (27/04).
Pada wawancara ini, Maryam membagikan kesan dan pengalamannya mengikuti Konferensi Aktivis Baitul Maqdis ke-14. Menurutnya, konferensi ini menjadi wadah bagi para delegasi dari 60 negara untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta informasi terkini dari warga Palestina dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Mengutip dari UNRWA, Maryam menyatakan bahwa 70% korban agresi adalah anak dan perempuan. Oleh karena itu, Maryam menekankan pentingnya menyalurkan bantuan yang spesifik untuk kelompok rentan ini. Bantuan untuk anak dan perempuan meliputi women and children kit, susu, popok, serta kebutuhan non-pangan lainnya.
Audiensi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI)

Pada hari terakhir, Adara bersama perwakilan KPIPA dan MUI mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Turki (28/04).
Darianto Harsono, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Istanbul menyambut hangat kehadiran delegasi Indonesia yang datang untuk memperjuangakn Palestina. Ia menyampaikan apresiasi atas para delegasi yang telah menaruh perhatian penuh pada Palestina. Terlebih, upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dan Istanbul dalam mendukung perjuangan Palestina.
“Perjalanan kemanusiaan ini mengajak untuk menguatkan solidaritas dan barisan perjuangan. Selain itu, konferensi ini juga menguatkan hubungan silaturahmi dengan berbagai aktivis dan lembaga kemanusiaan dari berbagai negara di Asia Pasifik,” tutur Maryam.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


