Organisasi hak asasi manusia menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatan Fidaa Assaf, seorang perempuan tawanan asal Kafr Laqif, timur Qalqilya, yang berada di penjara Israel selama tujuh bulan terakhir. Assaf, yang menderita leukemia, kini menghadapi ancaman serius terhadap nyawanya akibat kelalaian medis yang disengaja.
Menurut kelompok pendukung tawanan, Assaf yang saat ini ditahan di Penjara Damon mengalami penurunan kesehatan drastis. Padahal sebelum penangkapannya, penyakitnya masih stabil. Tes medis terbaru menunjukkan peningkatan berbahaya pada indikator tumor, yang diduga dipicu oleh kondisi penjara yang keras dan tidak manusiawi.
Assaf juga melaporkan bahwa para perempuan tawanan kekurangan kebutuhan dasar seperti produk kebersihan, pakaian layak, serta akses ke kantin penjara. Mereka bahkan sempat sepenuhnya dilarang keluar untuk berjemur atau berolahraga, dan baru-baru ini hanya diberi izin keluar 20 menit per hari. Situasi semakin memburuk dengan diberlakukannya status darurat yang memutuskan akses kunjungan hukum.
Assaf ditangkap pada 24 Februari 2025 saat pulang dari Kompleks Medis Ramallah setelah menjalani pemeriksaan. Saat penangkapan, ia mengalami perlakuan kejam berupa penggeledahan telanjang berulang kali, pelecehan verbal, serta penahanan di sel kotor penuh serangga tanpa air maupun makanan selama beberapa hari. Fidaa Assaf adalah seorang ibu sekaligus istri dari Kafr Laqif, Gubernur Qalqilya.
Sumber: Palinfo








