Tawanan perempuan Palestina di penjara Israel, Itaf Jaradat dan Fatema Shahin, menghadapi kondisi yang sangat sulit dalam penahanan Israel, kata Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan dalam sebuah laporan pada Senin (26/6).
Fawwaz Shludi, seorang pengacara yang bekerja dengan Komisi Tawanan, mengatakan bahwa Itaf Jaradat yang ditembak Israel kini mengalami kelumpuhan. Ia juga menderita rasa sakit yang parah yang membuatnya terus terjaga sepanjang waktu.
Kondisi kedua tawanan perempuan di Penjara Ramla tersebut sangat memprihatinkan, kata Shludi. Ia menambahkan bahwa ruangan yang mereka tempati sangat kecil, membuat mereka tidak bisa leluasa bergerak di dalamnya. Selain itu, ruangan itu hanya berisi satu tempat tidur untuk Shahin, sedangkan Jaradat tidak punya pilihan selain tidur di kursi, yang menyebabkan sakit yang sangat parah di punggung dan lehernya.
Menurut pernyataan itu, sejak Jaradat dipindahkan ke Penjara Ramla sebagai pendamping Shahin, Shahin tidak diizinkan untuk menerima kunjungan keluarga atau menggunakan telepon umum di penjara.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








