Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris menggelar sesi dengar pendapat publik untuk membahas situasi di Gaza bersama para pekerja kemanusiaan dan tenaga kesehatan yang baru-baru ini mengunjungi wilayah tersebut.
Dalam sesi tersebut, Dr. Tanya Haj-Hassan, seorang dokter intensif anak dari organisasi amal Inggris Medical Aid for Palestinians, menyampaikan kesaksiannya bahwa Israel telah “secara sistematis menargetkan dan menghancurkan” sistem pelayanan kesehatan di Gaza.
“Sedikitnya 1.500 tenaga kesehatan telah terbunuh di Gaza hingga saat ini, termasuk beberapa mahasiswa saya saat mereka masih menempuh pendidikan kedokteran. Mereka adalah tenaga medis yang paling berdedikasi yang pernah saya temui,” ujar Haj-Hassan.
Ketua Komite, Emily Thornberry, membuka sesi dengan meminta para saksi untuk memberikan informasi selengkap mungkin kepada publik. Ia menyoroti bahwa pemberitaan mengenai Gaza menjadi jarang muncul di halaman depan media karena tertutupi oleh isu perang antara Iran dan Israel.
Menanggapi hal itu, Haj-Hassan menyatakan bahwa krisis Iran-Israel telah menjadi “perkembangan terbaru yang memadamkan sorotan terhadap apa yang terjadi di Gaza.” Ia juga mengingatkan bahwa jurnalis internasional dan penyelidik independen tidak diizinkan masuk ke Gaza selama 20 bulan terakhir.
“Pekerja kemanusiaan menjadi satu-satunya saksi independen di lapangan. Kami terus menyampaikan kesaksian memilukan yang secara moral dan hukum semestinya cukup kuat untuk memicu respons, namun sejauh ini belum ada tanggapan yang layak,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Anna Halford, Koordinator Darurat Doctors Without Borders (MSF) di Gaza, yang menyebut kehancuran sistem kesehatan di wilayah tersebut sebagai bentuk “penghancuran sistematis”.
“Tak ada kata lain untuk menggambarkannya. Kami menyaksikan pembongkaran total sebuah sistem. Mustahil jumlah rumah sakit, klinik, dan pusat layanan kesehatan primer bisa menyusut seperti sekarang tanpa menganggapnya sebagai tindakan yang setidaknya sebagian, jika bukan sepenuhnya, disengaja,” jelas Halford.
Saat ini, MSF hanya dapat beroperasi di tiga rumah sakit dan tujuh klinik yang masih berfungsi, sambil terus memberikan layanan kesehatan esensial di tengah kondisi yang sangat menantang.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-systematically-targets-health-care-facilities-in-gaza-doctors-tell-uk-parliament/3600772
https://www.#/20250616-israel-systematically-targets-health-care-facilities-in-gaza-doctors-tell-uk-parliament/








