Komite Islam-Kristen untuk Mendukung Yerusalem dan Tempat Sucinya hari Kamis (20/7) mengutuk “serangan biadab” yang dilakukan oleh kelompok Yahudi di Gereja dan Biara Mar Elias di kota Haifa. Dilaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa gereja diserbu oleh kelompok Yahudi yang mengadakan doa di dalamnya. Mereka mengklaim bahwa ada kuburan orang Yahudi di gereja, merupakan eskalasi serius yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pelanggaran terhadap tempat suci umat Kristen Palestina.
Komite mengatakan bahwa klaim adanya kuburan orang Yahudi di gereja adalah dalih untuk merebut dan meyahudinisasi situs Kristen, yang merupakan agresi yang mirip dengan yang mereka lakukan di Masjid Al-Aqsa. Tuduhan baru ini muncul dalam konteks serangan berulang kali oleh kelompok agama Yahudi yang menargetkan kehadiran umat Kristen, menodai dan merusak tempat suci Kristen, serta menyerang dan meludahi pendeta dan biarawan di jalanan.
Komite menyerukan negara-negara Eropa dan Dewan Gereja Dunia untuk memikul tanggung jawab mereka dalam mempertahankan kehadiran Kristen Arab dan campur tangan untuk menghentikan rencana Israel yang bertujuan melenyapkan dan merusak kehadiran Kristen Palestina di Yerusalem dan wilayah Palestina lainnya.
Pada hari yang sama, seorang pejabat Israel yang bekerja di alun-alun Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem telah memerintahkan Kepala Biara Katolik Roma Nikodemus Schnabel untuk memindahkan salibnya saat menemani seorang menteri Jerman dalam kunjungan ke Tembok Barat. Ia menggambarkan salib itu sebagai “provokatif” dan “tidak pantas untuk tempat ini.” Nikodemus menolak untuk melepas salib, yang biasa dia kenakan di atas pakaian keagamaannya, bersikeras bahwa salib adalah bagian dari imannya, dengan mengatakan bahwa permintaan pejabat Israel itu “sangat keras”, dan menuduhnya “tidak menghormati agama saya”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








