Apa yang akan kamu lakukan saat melihat seseorang menyakiti kakak atau adikmu? Di Palestina, dua gadis pemberani rela mengorbankan diri mereka untuk melindungi adik laki-laki mereka yang masih kecil.
Pada Selasa (29/8), pemukim Israel menyerang seorang anak laki-laki saat ia sedang menggembala domba di dekat permukiman Israel “Kfar Darem”. Permukiman tersebut adalah perumahan yang didirikan secara ilegal di Desa Khan Al-Ahmar, sebelah timur Al-Quds (Yerusalem). Melihat pemukim menyerang adik mereka, Iman (18) dan Nisreen (20) bergegas melindungi adik laki-laki mereka yang usianya masih di bawah 11 tahun.
Setelah ditelusuri, ketiga anak tersebut ternyata merupakan anak dari Kepala Dewan Desa Khan Al-Ahmar, Eid Khamis. Khamis mengatakan bahwa setelah kedua putrinya membela adik mereka, pasukan Israel menangkap dua anak perempuannya tersebut.
Saat ini, ada 200 warga Palestina yang menetap di Desa Khan Al-Ahmar, lebih dari separuhnya adalah anak-anak. Pada Maret 2010, otoritas Israel mengeluarkan perintah untuk mengevakuasi desa tersebut. Namun, setelah diajukan banding ke pengadilan, perintah penggusuran ditunda hingga Mei 2018.
Pada 5 September 2018, Israel memperbarui upayanya untuk menghancurkan desa tersebut. Namun, perlawanan Palestina terhadap keputusan tersebut dan kecaman dunia internasional telah memaksa Israel untuk berhenti menerapkannya.
Akan tetapi, dengan terbentuknya pemerintahan sayap kanan ekstrem Israel saat ini, para menteri fasis di pemerintahan ini kembali menyerukan penggusuran penduduk Khan Al-Ahmar dan pembongkaran rumah mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








