Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ada banyak perintah ibadah, baik wajib ataupun sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan ini. Umat Islam di bulan Dzulhijjah menunaikan salah satu rukun Islam yaitu haji. Adapula amalan-amalan sunnah untuk meraih ketakwaan kepada Allah Ta’ala dan sarana mendekatkan diri kepada-Nya, di antaranya adalah puasa dan berkurban. Maka, bulan Dzulhijjah ini adalah salah satu bulan yang dianjurkan oleh Allah untuk diagungkan.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Hajj ayat 32:
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah:
1-Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang diharamkan untuk berbuat kezaliman
Bulan Dzulhijjah termasuk asyhurul hurum atau bulan yang diharamkan untuk berbuat maksiat, peperangan, menghalangi orang di jalan Allah, bertindak kufur, menyebar fitnah, berbuat kerusakan, pembunuhan, larangan mengusir orang dari tanah airnya dan berbagai macam kedzoliman lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 217:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
2-Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah
Bulan haram dalam Islam terdiri dari 4 bulan yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijah. Dinamakan bulan haram karena bulan ini dihormati, dan dilipatgandakan pahala kebaikan dan dosa kejahatan.
Hal ini disebutkan dalam Al Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.”
(Surat At Taubah ayat 36)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر، الذي بين جمادى وشعبان
“Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut ada 4 bulan yang haram (berperang di dalamnya – pen). 3 bulan berturut-turut, yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Al Muharram, (dan yang terakhir –pen) Rajab Mudhar, yaitu bulan di antara bulan Jumaada dan Sya’ban.”
(HR. Bukhari)
3-Keutamaan beramal pada 10 hari pertama Dzulhijjah
Allah Swt bersumpah secara khusus dengan 10 hari tersebut lewat surat Al Fajr ayat 1-2 . Sebagaiman Allah berfirman:
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh”
(Surat Al Fajr ayat 1-2)
Maksud ‘malam yang sepuluh’ adalah sepuluh hari di bulan Dzulhijjah. Sejak hari pertama hingga hari kesepuluh bulan Dzulhijjah, dimulai dari masuknya waktu maghrib di awal bulan hingga maghrib hari kesepuluh. Inilah yang dipegang oleh mayoritas ulama salaf ahli tafsir dan selain mereka. Selain itu, pendapat ini shahih pula dari Ibnu ‘Abbas dan Mujahid.
4-Kebaikan yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari berjihad di jalan Allah
Sebagaimana di dalam hadits Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“
Hadits ini menganjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan di awal bulan Dzulhijjah karena pahalanya melebihi pahala jihad di jalan Allah Swt. Salah satu kebaikan yang harus kita lakukan diantaranya adalah berkurban. Agar kurban lebih memberikan keberkahan, alangkah baiknya jika disalurkan di bumi para anbiya (nabi) salah satunya adalah wilayah Palestina.
5-Berkumpulnya Beragam Ibadah Utama
Salah satu keistimewaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah adanya ibadah besar di dalamnya. Ibadah-ibadah itu adalah kurban, haji, puasa hingga sholat.
Pertama,10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah penutup asyhurum ma’lumaat (bulan yang dimaklumi) yaitu bulan dilaksanakan haji. Sebagaimana Allah berfirman:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi” (Surat Al Baqarah ayat 197)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Haji yang mabrur tiada balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, berpuasa. Di dalam bulan Dzulhijjah ada sebuah hari yang sangat agung, yaitu hari Arafah. Pada hari tersebut para jama’ah haji berkumpul di padang Arafah untuk menuntaskan ibadah haji mereka. Maka, bagi kaum Muslimin yang tidak sedang melaksanakan haji disunnahkan bagi mereka untuk berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah. Puasa Arafah dapat menggugurkan dosa-dosa selama dua tahun. Puasa Arafah termasuk keistimewaan ummat Islam, berbeda halnya dengan puasa Asyura yang hanya dapat menggugurkan dosa satu tahun saja. Oleh karena berkahnya Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Allah melipatgandakan penghapusan dosa dalam puasa Arafah dua kali lipat lebih besar daripada puasa Asyura.
Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة (رواه النسائي)
“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)
Ketiga, bertakbir dan berzikir. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Hajj ayat 28:
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .
Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.
Keempat, berkurban. Umat Islam sangat dianjurkan untuk berkurban pada hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijah) atau pada hari-hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijah) dan jangan sampai ditinggalkan. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا (رواه أحمد وابن ماجه)
“Barangsiapa yang mempunyai kemudahan untuk berkurban, namun ia belum berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Kelima, melaksanakan shalat Iduladha.
Setiap ibadah yang Allah perintahkan pasti ada tujuannya. Termasuk kita diperintahkan untuk memperbanyak ibadah di bulan Dzulhijjah agar adanya musim kebaikan sepanjang tahun. Kalau kita luput di bulan yang istimewa, Allah masih memberikan kita kesempatan untuk beribadah di bulan-bulan yang lain. Allah sangat senang kalau hamba-hambaNya berbuat baik dan tetap berusaha mengisi kehidupannya dengan amal kebaikan.
Wallahu’alam
(FAA)
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







