Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Hissein Brahim Taha, pada Senin (25/4), mengecam pelanggaran Israel atas Masjid al-Aqsa di Al-Quds Timur yang diduduki, dengan mengatakan situs itu hanya untuk muslim. Masjid al-Aqsa “adalah tempat ibadah khusus untuk umat Islam,” kata Taha dalam pertemuan luar biasa OKI di Jeddah, Arab Saudi, yang membahas pelanggaran Israel di kompleks al-Aqsa.
Ketua OKI mengatakan bahwa Palestina, dan khususnya Al-Quds, telah “menyaksikan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam langkah tindakan ilegal Israel dan serangan harian terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen, terutama Masjid al-Aqsa yang diberkati.” Ia menekankan perlunya melestarikan dan menghormati status quo atas tempat-tempat suci di al-Quds yang diduduki serta mengutuk pembagian temporal dan spasial Israel atas Masjid al-Aqsa.
“Saya berbicara dengan beberapa tokoh internasional dan memberitahu mereka tentang penolakan dan kecaman OKI atas upaya pendudukan Israel untuk memaksakan pembagian temporal dan spasial Masjid al-Aqsa yang diberkati,” tambahnya. Dia juga memperbarui seruannya kepada aktor internasional “untuk memikul tanggung jawab mereka dan terlibat dalam mensponsori jalur politik yang mengarah pada penghentian pendudukan Israel, dan pembentukan Negara Palestina merdeka, dengan Al-Quds Timur sebagai ibu kotanya.”
Sumber:
https://www.#/20220425-al-aqsa-mosque-in-jerusalem-place-of-worship-for-muslims-oic-chief/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








