Gaza kini menjadi wilayah dengan jumlah amputasi anak per kapita tertinggi di dunia sejak awal agresi Israel pada Oktober 2023. Komisioner Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, menyebutkan hingga kini terdapat 4.000 kasus amputasi telah dilaporkan.
Menurutnya, penderitaan anak-anak Palestina tidak hanya sebatas luka fisik dan kelaparan yang meluas. Lebih dari itu, mereka menanggung trauma mendalam yang tak kasat mata: kecemasan, mimpi buruk, agresi, dan ketakutan. Banyak dari mereka terpaksa mengemis, menjarah, atau bekerja sebagai buruh anak—menandakan hilangnya masa kanak-kanak.
“Semakin lama perang ini berlangsung, semakin besar luka batin yang akan menghantui anak-anak lintas generasi,” tegas Lazzarini, seraya menyerukan gencatan senjata demi menyelamatkan anak-anak.
Sementara itu, tim penyelidik PBB baru-baru ini menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza, yang telah merenggut lebih dari 65.400 jiwa sejak Oktober 2023.
Sumber: MEMO, Anadolu Agency







