Anggota Biro Politik Hamas dan kepala Kantor Urusan Al-Quds (Yerusalem), Haroun Nasser Al-Din, menekankan bahwa praktik pemukim kolonial Israel yang hendak memaksakan status quo baru di Masjid Al-Aqsa memerlukan upaya intensif (umat Islam-red) untuk melindungi Al-Aqsa dari serangan harian pemukim dan praktik ritual Talmud di halamannya.
Nasser Al-Din menekankan, dalam pernyataan pers pada Senin (28/10), bahwa salah satu bahaya paling serius yang dihadapi Al-Aqsa saat ini adalah upaya para pemukim Israel untuk mengeksploitasi kepasifan dan keheningan bangsa Arab dan Islam terhadap ancaman dan bahaya yang dihadapi Al-Aqsa. Upaya tersebut dibarengi dengan rencana dan praktik Yahudisasi yang bertujuan untuk mengambil kendali penuh atas Al-Aqsa, dan bahkan seluruh Kota Suci (Al-Quds).
Ia menekankan perlunya menghentikan kesunyian yang mencurigakan dan mengintensifkan semua upaya di tingkat resmi dan populer untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa dan melindunginya dari rencana Israel–terutama kelompok Bait Suci– yang secara serius berupaya menghancurkan Al-Aqsa untuk membangun sinagoge Yahudi di tempatnya.
Dia menjelaskan, praktik pemukim kolonial ini tidak terbatas pada musim hari raya Yahudi dan acara-acara keagamaan; sebaliknya, mereka juga secara sistematis dan gigih menjalankan ritual Talmud dan Taurat di dalam pelataran Masjid, dalam upaya menjadikannya kenyataan dan rutinitas sehari-hari.
Nasser Al-Din menekankan perlunya mengambil tindakan serius dan efektif untuk mendukung kiblat pertama umat Islam, dan untuk terus mengunjungi tempat suci itu dari seluruh wilayah Palestina, terutama Tepi Barat dan Palestina yang diduduki sejak 1948, untuk mengintensifkan kehadiran Palestina di tempat suci Islam itu.
Para pemukim terus menyerbu dan melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa dalam penggerebekan dan pelanggaran harian, yang telah meningkat sejak awal bulan ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








