Kementerian Pembangunan Sosial di Jalur Gaza pada Minggu mengeluarkan peringatan terkait maraknya upaya pengumpulan data pribadi palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi. Kementerian menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan izin kepada organisasi atau asosiasi mana pun untuk mengumpulkan data warga.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO), kementerian menekankan bahwa setiap tautan, panggilan, atau permintaan data yang mengklaim bekerja sama dengan kementerian tanpa pengumuman resmi harus dianggap tidak dapat dipercaya. Warga diimbau untuk berhati-hati dan tidak menindaklanjuti tautan atau permintaan semacam itu.
Kementerian juga menegaskan pentingnya hanya mengandalkan informasi yang bersumber dari saluran resmi guna melindungi keamanan serta privasi data pribadi warga. Setiap inisiatif atau prosedur resmi, lanjut pernyataan tersebut, hanya akan diumumkan melalui kanal resmi kementerian, dan masyarakat diminta untuk menghindari sumber-sumber tidak resmi.
Sementara itu, jumlah korban akibat agresi Israel di Jalur Gaza terus meningkat. Sejak 7 Oktober 2023, sedikitnya 71.412 warga Palestina dilaporkan terbunuh dan 171.314 lainnya terluka. Sebanyak 688 jenazah berhasil dievakuasi, tetapi masih banyak yang tertimbun reruntuhan bangunan atau berada di jalan-jalan. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober tahun lalu, tercatat lebih dari 1000 pelanggaran Israel yang mengakibatkan 442 orang terbunuh dan 1.236 lainnya terluka.
Sumber:
MEMO








