Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan risiko kesehatan serius akibat pencegahan Israel terhadap pelaksanaan kampanye vaksinasi polio di Gaza utara, yang membahayakan ribuan anak.
Menurut kementerian, jika anak-anak di Gaza tidak divaksinasi, virus polio berpotensi menyebar ke negara-negara tetangga dan menghambat upaya global dalam memerangi penyakit yang sangat menular ini.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (30/10), Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan bahwa Israel telah menghalangi pelaksanaan tahap ketiga kampanye vaksinasi nasional di wilayah Gaza utara dengan dalih situasi keamanan yang tidak stabil.
Akibatnya, mereka memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi di Kota Gaza pada Sabtu, 11 November 2024, sebagai upaya untuk melindungi anak-anak yang berada di wilayah yang lebih aman. Namun, kementerian menegaskan akan tetap berupaya keras agar kampanye vaksinasi khusus dapat dilaksanakan bagi anak-anak di Gaza utara segera setelah kondisi di wilayah tersebut memungkinkan.
Pengumuman ini muncul setelah pada 29 Juli lalu, Gaza dinyatakan sebagai zona epidemi polio, menyusul ditemukannya virus tersebut dalam air limbah di wilayah Khan Younis dan Gaza tengah. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa vaksinasi yang merata sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Tidak adanya perlindungan vaksin di Gaza utara tidak hanya meningkatkan risiko bagi anak-anak Palestina, tetapi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat di wilayah yang lebih luas, mengingat sifat virus polio yang sangat mudah menular.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








