Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa tentara pendudukan Israel membiarkan masuknya barang-barang tidak berguna ke Jalur Gaza hingga membanjiri pasar, sementara pada saat yang sama menghalangi masuknya obat-obatan penting dan bahan pangan yang benar-benar dibutuhkan warga.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, menyatakan bahwa Israel terus memblokir pengiriman obat-obatan vital ke Gaza, meskipun wilayah tersebut tengah dilanda penyebaran influenza berat, ditambah dengan kemunculan varian penyakit yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut al-Bursh, strategi Israel terhadap Gaza merupakan bentuk “pembunuhan perlahan” terhadap penduduk, yang dilakukan bukan hanya melalui serangan bom, tetapi juga lewat skema yang terencana dan bersifat merusak.
Ia menambahkan bahwa rumah sakit di Gaza kini dipenuhi oleh keluarga-keluarga pasien, sementara pasokan medis terus menurun secara signifikan. Kondisi ini sangat membatasi kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan dan perawatan yang dibutuhkan.
Selain itu, al-Bursh menyoroti memburuknya kondisi gizi masyarakat, meningkatnya kasus anemia pada ibu dan anak, serta naiknya angka kelahiran prematur. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah Israel tersebut merupakan taktik sistematis yang secara langsung menargetkan keberlangsungan hidup warga di Jalur Gaza.
Sumber: Palinfo








