Kementerian Kesehatan di Gaza, bekerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC), kemarin mengumumkan sebuah program untuk mendata dan mendaftarkan kasus-kasus cacat fisik akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Kementerian menyatakan bahwa kasus amputasi, cedera tulang belakang, dan cedera otak yang menyebabkan kelumpuhan permanen akan didaftarkan agar para korban dapat memperoleh layanan rehabilitasi dan pemasangan anggota tubuh palsu.
Tim medis akan dibentuk untuk mengevaluasi kasus-kasus tersebut. Para korban luka diminta untuk menyerahkan laporan medis dan salinan kartu identitas mereka paling lambat tanggal 24 September.
Menurut Kementerian Kesehatan, sekitar 93.778 warga Palestina telah terluka sejak 7 Oktober. Banyak dari mereka masih menerima perawatan di rumah sakit, termasuk di ruang perawatan intensif karena luka serius.
Serangan bom yang intens oleh Israel telah menyebabkan amputasi anggota tubuh dan banyak kecacatan, yang memengaruhi semua kelompok usia. Namun, sensus akurat mengenai mereka yang mengalami kecacatan belum dilakukan.
Sumber: www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








