Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengemukakan, berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) tahun 2021 dan 2022 atau Rapor Pendidikan 2022 dan 2023, sebanyak 24,4 persen peserta didik berpotensi mengalami berbagai jenis perundungan (bullying) di satuan pendidikan atau sekolah.
Pada proses asesmen yang sama Kemendikbudristek juga mendapati 22,4 persen peserta didik pernah mengalami insiden kekerasan seksual di sekolah. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan penerbitan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).
Pada webinar bertajuk ‘Pendidikan Berkualitas Tanpa Kekerasan melalui Permendikbudristek PPKSP’, Kamis (24/8) petang, Plt Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Praptono menjelaskan kekerasan yang terjadi bukan hanya fisik dan seksual, tapi juga termasuk psikis hingga intoleransi. Merujuk pada Pasal 6 Permendikbudristek 46/2023 ada tujuh bentuk kekerasan yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, kebijakan yang mengandung kekerasan, serta bentuk kekerasan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan berdasarkan catatan yang dilaporkan ke FSGI pada Januari–Juli 2023 ada 25 aksi perundungan di satuan pendidikan yang terjadi. “Berarti kalau dirata-rata setiap minggu terjadi kekerasan [perundungan]… Itu gunung es, karena banyak juga yang tidak melapor,” kata dia yang pernah menjadi anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.
Kekerasan di satuan pendidikan bisa mengganggu proses belajar-mengajar. Dampak kekerasan pada masa anak dalam masa pertumbuhan juga akan menimbulkan trauma berkepanjangan. Retno pun berharap satuan pendidikan dan keluarga bisa sejalan dan bekerja sama untuk menihilkan kekerasan. “Ini penting antara pengasuhan di rumah dengan pengasuhan di sekolah, kalau bisa sama: tanpa kekerasan. Sehingga, kita bisa putus mata rantai kekerasan,” tegasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








