Puluhan pemukim Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Selasa (30/9) dengan pengawalan ketat polisi pendudukan, sambil melakukan ritual Talmud yang dianggap sebagai provokasi oleh warga Palestina.
Kelompok ekstremis “Temple group” menyerukan partisipasi massal dalam penyerbuan yang akan dimulai pada 6 Oktober, bertepatan dengan hari raya Yahudi, Sukkot. Untuk meningkatkan jumlah peserta, mereka menawarkan transportasi gratis bagi pemukim dan anak-anak, dengan target memecahkan rekor keterlibatan sebelumnya.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meyahudikan Al-Aqsa, yang biasanya meningkat saat hari-hari besar Yahudi. Kelompok Kuil berusaha memaksakan ritual Talmud serta mendorong rencana pembagian temporal dan spasial atas situs suci tersebut.
Para pemimpin Palestina menyerukan mobilisasi massal untuk membela Masjid Al-Aqsa. Pejabat Hamas, Haroun Nasser al-Din, memperingatkan bahwa seruan ini mencerminkan “perang agama yang semakin dalam” serta mendesak dunia Arab dan Muslim untuk bangkit menghadapi agresi pendudukan terhadap tanah, rakyat, dan situs suci.
Sumber:
Palinfo







![Beberapa kapal dari Armada Global Sumud terlihat berlabuh di lepas pantai Kreta saat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud bersiap berangkat dari pantai Pulau Kreta, Yunani, dalam perjalanan terakhirnya menuju Gaza untuk menembus blokade Israel di Kreta, Yunani, pada 26 September 2025. [Niccolo Celesti – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/10/AA-20250926-39235440-39235429-GLOBAL_SUMUD_HUMANITARIAN_AID_FLOTILLA_SET_TO_SAIL_FROM_GREEK_ISLAND_IN_FINAL_LEG_TOWARD_GAZA-1-75x75.webp)
