Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengumumkan pada Minggu bahwa Rumah Sakit Al-Quds tidak dapat beroperasi karena kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik, lapor Anadolu Agency. Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Rumah Sakit Al-Quds tidak berfungsi dan tidak beroperasi lagi. Penghentian layanan ini disebabkan menipisnya ketersediaan bahan bakar dan pemadaman listrik,” pernyataan itu menambahkan.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan mereka “meminta pertanggungjawaban komunitas internasional dan penandatangan Konvensi Jenewa Keempat atas kehancuran total sistem kesehatan dan kondisi kemanusiaan mengerikan yang diakibatkannya.” Secara terpisah, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) juga mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah kehilangan komunikasi dengan kontaknya di Rumah Sakit Al-Quds di Jalur Gaza.
“Saya khawatir tentang keselamatan orang-orang di Rumah Sakit Al-Quds. Sejak kemarin malam, kami kehilangan kontak dengan mereka,” Ketua IFRC Jagan Chapagain menulis di platform X. “Dalam situasi yang sudah sangat kritis, saat rumah sakit akan segera kehabisan bahan bakar, kami tidak tahu apakah dan bagaimana orang-orang mendapatkan bantuan,” kata Chapagain, sambil mendesak “Penderitaan ini harus diakhiri. Sekarang.”
Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah sejak 7 Oktober. Setidaknya 11.100 warga Palestina telah terbunuh, termasuk 8.000 anak-anak dan perempuan. Sementara itu, korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








