Sejak awal 2023, 181 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat penembakan di wilayah yang dijajah Israel tahun 1948. Jumlah korban meningkat secara bertahap dari bulan ke bulan, dimulai dengan 6 kematian pada Januari hingga mencapai 28 kematian pada bulan September.
Kejahatan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga Palestina di wilayah Palestina yang dijajah tahun 1948 mencakup berbagai bentuk kekerasan. Beberapa jenis kekerasan yang terjadi yaitu penembakan, peledakan, pemukulan, penikaman, perselisihan keluarga, insiden tabrak lari, dan pengeboman.
Sebanyak 168 insiden penembakan terjadi di kota-kota besar, kota kecil, dan desa di wilayah yang dijajah Israel tahun 1948 sejak awal tahun. Selain itu, ada tujuh insiden penikaman yang menewaskan tujuh warga Palestina, satu insiden tabrak lari, satu ledakan, satu perselisihan keluarga, satu pemukulan, dan satu ledakan disengaja menggunakan alat peledak.
Di antara para korban, sembilan orang diantaranya adalah anak-anak dan remaja berusia antara 2 dan 17 tahun. Meningkatnya kekerasan disebabkan oleh kurangnya kehadiran polisi di wilayah-wilayah tersebut, ditambah dengan kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, dan tidak memadainya akses terhadap layanan-layanan penting.
Kritikus berpendapat bahwa badan keamanan Israel telah gagal memerangi kejahatan terorganisir dan bahkan mungkin dianggap “berkolaborasi.” Kolusi ini ditandai dengan sikap Israel yang menahan diri untuk tidak mengejar pelaku kriminal, mengizinkan penggunaan senjata di kalangan geng kriminal, dan menyebarkan narkoba.
Tahun Paling Mematikan
Pada bulan Januari saja, enam warga Palestina kehilangan nyawa dalam insiden penembakan yang terjadi di berbagai lokasi, termasuk Jaffa, Lod, Umm al-Fahm, Nazareth, Ramla, dan Negev. Pada bulan Januari, jumlah korban tewas mencapai 17 orang, termasuk seorang pria berusia tiga puluhan yang tewas akibat ledakan alat peledak. Pada bulan Mei tahun ini, 15 warga Palestina terbunuh, termasuk seorang bayi berusia enam bulan dan seorang anak berusia dua tahun. Pada bulan April, 16 warga Palestina tewas dalam insiden penembakan, dan satu orang dipukuli secara brutal hingga tewas, dengan mayoritas korban berasal dari wilayah Negev.
Selama bulan Mei, 23 warga Palestina kehilangan nyawa karena penembakan terkait kejahatan, termasuk dua anak, satu di antaranya berusia dua tahun, dan yang lainnya berusia satu setengah tahun. Statistik mengungkapkan bahwa 25 warga Palestina tewas pada bulan Juni, termasuk 23 orang dalam insiden penembakan, satu orang dalam insiden penikaman, dan seorang pemuda lainnya tewas dalam kecelakaan tabrak lari. Pada bulan Juli, 24 warga Palestina tewas, termasuk 23 orang dalam insiden penembakan, dan satu orang tewas dalam ledakan. Rentang usia korban pada periode ini adalah antara 19 hingga 50 tahun. Pada bulan Agustus, 26 warga Palestina terbunuh di wilayah jajahan tahun 1948, semuanya akibat penembakan. Di antara mereka adalah seorang pria berusia tujuh puluhan yang terbunuh dalam perampokan bersenjata di rumahnya di Maqibla.
September Terbukti Menjadi Bulan Paling Berdarah. Pada bulan September, 28 warga Palestina terbunuh, termasuk tiga wanita. Menurut data Al-Jarmaq, mayoritas pembunuhan terkonsentrasi di wilayah Negev, dengan insiden tragis yang terjadi di Basmah Tab’un, dengan lima warga Palestina kehilangan nyawa dalam satu kejahatan. Di antara kejahatan yang terjadi pada bulan September, terdapat lima pembunuhan di berbagai desa di Negev, dan satu kejahatan di Basmah Tab’un.
Seorang warga Palestina terbunuh di masing-masing lokasi berikut: Qalansawe, Iksal, Ramla, Umm al-Fahm, Tuba-Zangariyye, Masmas, Tayibe, Kabul, dan Arab al-Khawaled. Dua warga Palestina kehilangan nyawa dalam insiden penembakan pada bulan September, dengan kejahatan terjadi di kota-kota berikut: Kafr Qara, Jadeidi-Makr, dan Fureidis. Selain itu, tiga warga Palestina tewas dalam insiden penembakan di Haifa, dan satu orang tewas di Acre.
Statistik juga menunjukkan bahwa, di antara para korban pada bulan September yang mematikan itu, tiga orang adalah perempuan, delapan orang berusia dua puluhan, tiga orang berusia tiga puluhan, dan enam orang berusia di bawah dua puluh tahun. Komunitas Palestina, yang dikenal sebagai warga Palestina tahun 1948, merupakan 20 persen dari populasi “Israel” saat ini, mengacu pada mereka yang selamat dari pembersihan etnis yang dilakukan oleh pasukan Zionis selama Nakba.
Sumber:
https://daysofpalestine.ps/?p=51387
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








