Khaleeda Jarrar mendapati kabar bahwa putrinya Suha (31), ditemukan wafat di kompleks medis di Ramallah. Ia kehilangan putrinya saat sedang menjalani hukuman penjara dua tahun, setelah ditangkap di rumahnya di Ramallah pada 31 Oktober 2019.
Ribuan orang menghadiri pemakaman Suha dan menuntut pembebasan Khaleeda Jarrar untuk menghadiri pemakaman anaknya, namun zionis menolaknya. Jarrar sudah ditahan sebanyak 4 kali, yaitu pada tahun 1989, 2014, 2017, dan 2019. Selama di penjara, ia juga kehilangan kesempatan untuk menghadiri pemakaman ibunya. Meski Jarrar tidak bisa menghadiri pemakaman putrinya, ia menuangkan perasaannya dalam sebentuk puisi dan ia kirimkan bersama bunga.
Baca juga: Puisi Jarrar untuk Suha – “Kokoh, Seperti Gunung di Palestina”
Penolakan Zionis Israel terhadap hal ini merupakan bentuk nyata kekejaman murni yang didasari oleh politik Apartheid Zionis Israel, ungkap Omar Shakir, Direktur Human Right untuk Zionis Israel dan Palestina Watch.
Hingga kini, sebanyak 4.500 warga Palestina ditahan di penjara Zionis, termasuk 41 wanita, 140 anak di bawah umur, dan 440 tahanan administratif, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh organisasi hak-hak tahanan.
Dari berbagai sumber
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







