Koalisi Freedom Flotilla mengumumkan bahwa persiapan teknis terakhir telah menyebabkan penundaan keberangkatan kapal Handala dari Pelabuhan Gallipoli, Italia menuju Gaza hingga 20 Juli. Menurut pengumuman sebelumnya, di antara para aktivis yang akan ikut serta dalam pelayaran di atas Handala terdapat Vigdis Bjorvand, perempuan 70 tahun asal Norwegia yang telah memperjuangkan hak-hak Palestina sejak 1978.
Dalam sebuah unggahan di X, para penyelenggara flotilla menyampaikan: “Dia tidak ingin cucunya suatu hari berkata: Nenek, kau tidak melakukan apa-apa. Jaga Vigdis dan Handala tetap aman. Bantu akhiri blokade dan genosida ilegal Israel.”
Pelayaran ini juga akan diikuti oleh anggota parlemen Eropa, Ema Fauro, yang mengatakan dalam sebuah unggahan di X (Twitter) “Saya akan berada di atas kapal Handala, salah satu kapal dari Freedom Flotilla, untuk menerobos blokade kemanusiaan di Gaza. Bersamaku ada rekanku Gabrielle Cathala dan 16 aktivis kemanusiaan lainnya.”Kami mengandalkan dukungan kalian untuk melindungi perjalanan kami dan mengecam genosida!”
Kapal ini dinamai Handala, tokoh kartun ikonik yang diciptakan oleh seniman Palestina Naji al-Ali. Flotilla menyatakan bahwa kapal ini membawa “semangat Handala dan semangat setiap anak di Gaza yang kehilangan rasa aman, martabat, dan kebahagiaan.”
Sepanjang tahun 2023 dan 2024, kapal Handala telah mengunjungi sejumlah pelabuhan di Eropa Utara dan Inggris untuk mematahkan kesunyian media atas situasi di Gaza, menjalin hubungan dengan komunitas lokal, serta membangun solidaritas melalui acara pers, pameran seni, dan diskusi politik di setiap pemberhentian.
Handala adalah kapal kedua yang dikirim koalisi menuju Gaza untuk menembus blokade Israel. Kapal pertama, Madleen, dicegat oleh pasukan Israel sebelum mencapai Gaza. Pasukan menyerbu kapal tersebut, menyandera seluruh 12 aktivis di dalamnya, dan kemudian mendeportasi mereka.
Dalam sebuah pernyataan, Freedom Flotilla menyampaikan, “Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah tindakan solidaritas kolektif, perlawanan, dan harapan. Saat kami bersiap berlayar, kami tetap teguh untuk menembus blokade Israel yang ilegal dan tidak manusiawi atas Gaza, dan menuntut diakhirinya impunitas yang membuatnya terus terjadi.”
Pernyataan itu menambahkan: “Kami sadar akan risikonya, tapi kami juga tahu betapa mendesaknya situasi ini. Rakyat Gaza tidak bisa menunggu. Kami membawa suara mereka bersama kami – terutama suara anak-anak – serta suara orang-orang di seluruh dunia yang menuntut keadilan.”
Sumber:
https://www.newarab.com/news/handala-ship-italy-gaza-delayed-over-technical-issues








