Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyoroti dua kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang baru di Jakarta. Penambahan itu, terjadi setelah tidak adanya kasus baru sejak awal Desember tahun lalu. Menyoal adanya kasus itu, dia menyarankan agar masyarakat bisa berkonsultasi pada tenaga kesehatan jika membutuhkan obat. Menurutnya, para tenaga kesehatan sejauh ini masih menyarankan obat puyer. Terutama, setelah ada berbagai obat yang tidak digunakan dan ditarik BPOM.
Kasus tersebut diawali seorang anak berusia 1 tahun mengalami demam pada tanggal 25 Januari 2023, kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mendapat pemeriksaan. Lalu 31 Januari, pasien dibawa ke Rumah Sakit Adhyaksa untuk penanganan lebih lanjut. “Pada tanggal 1 Februari, pasien kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus terapi fomepizole, namun 3 jam setelah di RSCM pada pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril. Syahril menyebut bahwa pasien tersebut sempat diberikan obat sirup penurun demam yang dibeli di apotek dengan merek Praxion.
Sementara itu, satu kasus lain yang masih suspek adalah anak berusia 7 tahun, mengalami demam pada 26 januari. Kemudian, dugaan sementara akibat mengonsumsi obat penurun panas sirup yang dibeli mandiri, tanpa resep dokter. Syahril mengaku pihaknya telah melakukan tindakan antisipatif dalam menentukan penyebab dua kasus gagal ginjal akut baru yang dilaporkan.
Sementara itu, pihak BPOM sudah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien hingga investigasi selesai dilaksanakan. BPOM memastikan industri farmasi pemegang izin edar obat Praxion telah melakukan voluntary recall atau penarikan obat secara sukarela dari pasaran.
Dengan tambahan kasus baru gagal ginjal akut ini, per Minggu (5/2), tercatat 326 kasus gagal ginjal akut dan satu suspek yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Dari sejumlah tersebut 116 kasus dinyatakan sembuh, sementara enam kasus masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








