• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Januari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Karavan Warga Gaza : Lemari ES untuk Tinggal

by Adara Relief International
Desember 5, 2018
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Karavan Warga Gaza : Lemari ES untuk Tinggal
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Adara Relief – Gaza. Para  penghuni rumah sementara atau yang dikenal dengan karavan, hidup dalam realitas yang sulit dan tragis, setelah rumah mereka dihancurkan selama agresi Israel pada musim panas 2014 lalu.  Karavan tempat mereka bernanung saat ini sebenarnya sangat tidak layak untuk kehidupan, kesehatan, dan kemanusiaan. Ini karena karavan tidak mampu melindungi penghuninya, baik saat musim panas ataupun musim dingin. Sehingga wajar untuk dikatakan bahwa mustahil untuk  hidup di dalamnya.

Karavan itu sendiri adalah rumah yang berasal dari kotak besi berukuran tidak lebih dari beberapa meter, yang terdiri dari satu ruangan, dapur dan kamar mandi.

Pada musim panas 2014, Israel melancarkan perang  51 hari di Jalur Gaza, yang menyebabkan sekitar 2.000 orang Palestina tewas dan 11.000 orang terluka. Selama perang, pasukan pendudukan Israel menghancurkan leburkan lebih dari 10.000 rumah dan merusak lebih dari 40.000 rumah, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya warga Gaza yang tinggal di dalam karavan.

Populasi yang tinggal di karavan-karavan tersebut adalah sekitar 1199 keluarga yang tersebar di beberapa wilayah di Gaza. Mereka hidup dalam kondisi tidak manusiawi karena karavan yang rapuh dan banyaknya insiden kebakaran.

Selama agresi Israel, pemilik rumah-rumah yang hancur menuntut UNRWA (Lembaga pengungsi PBB) untuk mempercepat pencairan uang ganti sewa rumah. Mereka menolak penundaan dan janji-janji kosong untuk membangun kembali rumah-rumah mereka dengan melakukan tuntutan di depan kantor UNRWA di Gaza November 2018.

Para penghuni karavan menjadi korban beberapa insiden tragis, kasus terakhir adalah kematian dua bayi pada Januari 2017, karena dingin yang parah di wilayah tersebut.

UNRWA menunda pembayaran sewa untuk rumah warga. Pada November 2018, direktur operasi UNRWA di Jalur Gaza mengumumkan bahwa badan PBB telah menghentikan pembayaran sewa kepada mereka yang terkena dampak krisis keuangan.

Karavan Gaza : Hidup dalam 7 meter

Sameer Al-Najjar, 45, dari kota Khuza’a, yang berprofesi sebagai tukang kayu dan keluarganya mulai merasa cemas ketika musim panas tiba, ketika karavan tampak seperti tempat pemakaman bagi orang mati.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

“Rumah saya hancur setelah dibom oleh pesawat tempur Israel. Rumah yang terdiri dari dua lantai, dengan 11 anggota keluarga saya. “

Setelah akhir agresi Israel, UNRWA mengalokasikan rumah sementara untuk keluarga Sameer al-Najjar, namun luas karavan tidak lebih dari tujuh meter . Karavan juga tidak menampung 11 orang keluarganya.

Sementara sang tukang kayu tersebut  tidak memiliki uang untuk menyewa rumah setelah pemboman rumahnya, dia menyerah pada keputusan untuk tinggal bersama keluarganya di Karavan tanpa fasilitas standar hidup, kesehatan dan privasi keluarganya. Semua anggota keluarganya, pria dan wanita, tinggal di satu kamar yang luasnya hanya beberapa meter.

Najjar dan keluarganya mulai cemas dengan datangnya musim panas, ketika karavan seolah kuburan bagi penghuninya karena panas yang hebat. Jendela yang kecil mennyebabkan kurangnya sumber ventilasi. Pemadaman listrik yang konstan begitupula air, kondisi ini yang membuat dia dan keluarganya menghabiskan sebagian besar waktu hari di luar karavan.

Najjar teringat kejadian yang menimpanya setahun yang lalu, ketika dia terbangun oleh jeritan anggota keluarganya di tengah malam, karena menemukan seekor ular mencoba menggigit salah satu anggota keluarga mereka yang sedang tertidur. Kejadian tersebut terus menghantuinya membuat ia sulit tidur selama berjam-jam karena takut ular menyerang keluarganya.

 “Serangan tidak terbatas pada ular. Rumah saya diserang oleh hewan pengerat, serangga dan anjing liar. Mereka melalui celah di dinding karavan, sehingga memungkinkan mereka masuk dan menyerang keluarga saya di malam hari,” kata Najjar.

Najjar meminta agar seluruh pihak terkait segera memberi bantuan untuk penyelesaian rumahnya, terutama dengan datangnya musim dingin dan munculnya menyertai depresi karena cuaca dan badai.

Sebelumnya, pada tahun 2017, air hujan memasuki karavan, memaksanya untuk pindah bersama keluarganya dan tinggal sementara di rumah salah satu kerabatnya.

 sarna

Tanpa Satupun Sarana Penunjang

Yunus al-Shanabari, 37, dari Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, mengatakan bahwa tiga hari sebelum berakhirnya perang Israel pada tahun 2014, tank-tank Israel menembakkan bom ke rumahnya dan meluluhlantakkannya. Setelah perang, dia tidak punya pilihan selain hidup dengan empat anggota keluarganya di Karavan, yang sangat tidak layak dan tidak manusiawi, dekat rumahku yang hancur.

 Rumah sementara itu bukanlah solusi untuk Shanbari dan keluarga lainnya, tapi itu masih lebih baik daripada tinggal tanpa perlindungan sama sekali.

“Keluarga saya dan saya menderita penyakit kulit karena gigitan serangga dan reptil yang mengganggu karavan, dan rasa takut terus mengganggu saya setiap hari setelah saya menemukan ular berbisa, bersembunyi di pakaian salah satu anak saya.”

Shinbari dan anak-anaknya juga kerap terbangun pada malam hari saat hujan deras dan hembusan angin, karena takut tertimpa atap karavan dan masuknya air hujan. Shinbari berharap kepeduliaan dnia internasional atas apa yang menimpa ia dan keluarga serta keluarga-keluarga lainnya yang senasib dengan dirinya.

(bannasari)

Sumber : https://manshoor.com/people/death-caravane-in-gaza/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kondisi Buruk Tawanan Palestina di Musim Dingin

Next Post

Fun Run Solidarity for Palestine Digelar di Solo

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Fun Run Solidarity for Palestine Digelar di Solo

Fun Run Solidarity for Palestine Digelar di Solo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630