Kapal bantuan Handala, yang membawa 21 aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan menuju Gaza, dibajak oleh pasukan Israel di perairan internasional pada Sabtu malam. Aksi ini memicu kecaman luas karena dinilai melanggar hukum laut dan hak asasi manusia.
Menurut keterangan resemi Koalisi Freedom Flotilla (FFC) selaku penyelenggara misi, pasukan Israel menaiki kapal tanpa adanya perlawanan dari awak. Seluruh aktivis dan awak kapal ditahan, sementara komunikasi dan perangkat kamera dimatikan secara paksa. Rekaman langsung di YouTube sempat mermperlihatkan momen ketika tentara Israel menaiki kapal, sementara para aktivis mengenakan pelampung dan mengangkat tangan sebagai bentuk penyerahan damai, menandakan bahwa misi ini sepenuhnya bersifat sipil dan non-kekerasan.
Kapal Handala—yang dinamai dari karakteal-Alir kartun ikonik Palestina ciptaan Naji — mengangkut berbagai bantuan kemanusiaan mendesak, termasuk susu bayi, makanan, obat-obatan, dan popok. Seluruh awak kapal adalah warga sipil tak bersenjata yang menjalankan misi kemanusiaan sesuai dengan prinsip hukum maritim dan hukum humaniter internasional.
Sebelum dibajak, kapal Handala sempat mengalami pemutusan komunikasi selama dua jam, serta diintai oleh 16 drone militer yang terbang di atas kapal.Beberapa aktivis dari Prancis dan negara-negara Eropa sempat mengirimkan pesan suara yang menyatakan kesiapan mereka menghadapi risiko, sembari menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina jauh lebih besar dari bahaya yang mereka hadapi.
Koalisi FFC mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai “tindakan ilegal di laut internasional” serta bentuk baru dari upaya sistematis untuk mempertahankan blokade Gaza. Mereka menyebut bahwa tindakan tersebut memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza. Sementara itu, apresiasi dilayangkan atas keberanian para aktivis yang telah menunjukkan solidaritas kemanusiaan kepada rakyat Palestina.
Sebelumnya, FFC menyatakan bahwa kapal sedang mengubah arah menuju Mesir guna menghindari potensi penyergapan. Namun, upaya tersebut gagal. Pembajakan terhadap Handala ini terjadi hanya sebulan setelah kapal bantuan lain, Madleen, juga dicegat dalam perjalanan menuju Gaza.
Pembajakan terhadap kapal Handala menambah kekhawatiran global terhadap kriminalisasi solidaritas kemanusiaan dan upaya represif untuk membungkam bantuan internasional ke Gaza. Insiden ini juga menyoroti risiko nyata yang dihadapi para relawan dan aktivis internasional, yang berusaha menembus blokade untuk menyalurkan bantuan bagi lebih dari dua juta warga Gaza yang terkepung.
Sumber:
https://www.#/20250726-drones-hover-above-gaza-bound-aid-ship-handala-amid-safety-concerns/
https://english.palinfo.com/news/2025/07/27/344128/








