Koalisi Freedom Flotilla (FFC) mengumumkan bahwa kapal bantuan yang diberi nama “Handala” akan berlayar dari Italia pada 13 Juli mendatang menuju Gaza. Misi ini bertujuan untuk menantang blokade ilegal Israel yang telah mematikan jalur kehidupan di wilayah tersebut.
Handala membawa bantuan kemanusiaan penting serta pesan solidaritas global bagi rakyat Gaza yang selama ini mengalami kelaparan, pengeboman, dan kehancuran. Kapal ini akan diawaki oleh tenaga medis, pengacara, jurnalis, dan aktivis dari berbagai negara.
Misi ini dilakukan hanya beberapa pekan setelah kapal “Madleen” diserbu secara ilegal oleh pasukan Israel di perairan internasional. Dua belas aktivis sipil tak bersenjata, termasuk anggota Parlemen Eropa, jurnalis, dan dokter, ditangkap, diinterogasi, dan dideportasi secara paksa.
“Sudah menjadi keputusan mereka untuk membawa makanan, obat-obatan, dan solidaritas kepada rakyat Palestina yang terkepung,” kata FFC.
Nama kapal ini diambil dari karakter kartun politik terkenal, Handala, karya Naji al-Ali—seorang pengungsi Palestina berusia 10 tahun yang berdiri membelakangi dunia sebagai simbol perlawanan dan janji untuk tidak berpaling hingga Palestina merdeka.
Sebelum ini, “Handala” telah berlayar ke berbagai pelabuhan di Eropa dan Inggris pada 2023 dan 2024, membangun solidaritas publik melalui aksi seni, media, dan edukasi politik.
“Kami bukan pemerintah. Kami rakyat biasa yang bertindak ketika institusi gagal,” tegas FFC.
Sumber:
Freedom Flotilla Launches Gaza-Bound Aid Ship “Handala” After Israeli Seizure of “Madleen”







