Di salah satu ruangan Rumah Sakit Nasional An-Najah di kota Nablus, Tepi Barat utara, empat siswa Palestina sedang mengikuti ujian sekolah menengah. Mereka tidak ingin ketinggalan ujian sebagaimana ribuan siswa lainnya, meskipun berada dalam kondisi perawatan medis.
Dengan koordinasi antara administrasi rumah sakit dan Kementerian Pendidikan Palestina, ruangan ujian memiliki semua fasilitas untuk intervensi medis cepat jika terjadi keadaan darurat kesehatan.
Basmala Saleh Zitawi adalah salah satu dari empat pemuda Palestina tersebut. Saat ia menulis jawaban atas pertanyaan ujian, ia menerima obat intravena dalam perjalanannya melawan kanker. Di ruangan tersebut juga terdapat pengawas ujian dari Kementerian Pendidikan. Mereka mengawasi para siswa untuk menyadarkan tentang keseriusan mereka, seolah-olah mereka berada di ruang ujian biasa di sekolah.
Di sisi lain, tugas dokter spesialis psikososial RS An-Najah, Iman Nazzal, tampaknya tidak mudah sama sekali. Ia membantu siswa yang sakit dalam mengatasi rasa sakit mereka dan meningkatkan kondisi psikologis mereka sebelum, selama, dan setelah ujian.
Ujian terberat Nazzal yaitu ketika membantu para siswa melepas temannya, Rawan Muhammad, yang meninggal pada Jumat lalu (1/7) karena penurunan kesehatannya. Diketahui Rawan telah mengikuti dua ujian pertama dan empat ujian lainnya. Nazzal dan para krunya juga menghadapi tantangan merawat para siswa untuk sesi kemoterapi selama berjam-jam di sela-sela pekan ujian.
Tim kesehatan mental bekerja sama dengan tim lain dalam menindaklanjuti siswa yang sakit. Nazzal mengatakan, “Kami mungkin setuju dengan dokter untuk menunda prosedur medis, jika kondisi pasien memungkinkan, agar tidak mempengaruhi kemampuannya untuk mengikuti ujian.”
Nazzal juga bercerita tentang kerjasama dengan staf Kementerian Pendidikan. Mereka menyediakan penulis untuk menuliskan jawaban jika terdapat siswa tidak dapat menulis sendiri. Tapi yang paling penting adalah pengaturan sesi harian dengan keluarga siswa yang sakit.
Selain mendukung mereka secara psikologis, para ahli juga merehabilitasi, mempersiapkan, dan menanggapi pertanyaan mereka tentang cara menangani putra atau putri mereka yang sakit. Hal tersebut para ahli lakukan karena peran dan dukungan keluarga para siswa sangatlah penting.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/society/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








