Nadine Abdul Latif, seorang anak Palestina berusia 12 tahun, tidak percaya dia masih hidup setelah serangan udara Israel menghantam rumahnya di Kota Gaza, Anadolu Agency melaporkan. Dia sekarang berlindung di Rumah Sakit Al-Shifa setelah rumahnya hancur dalam serangan itu. “Saya cemas dan ketakutan,” kata gadis itu. Sepupunya, Abdul Latif, yang terluka dalam serangan Israel tersebut mengatakan “Kami secara ajaib selamat dari serangan itu, namun kami hidup dalam ketakutan”.
“Kami ingin hidup seperti orang lain,” kata Abdul Latif. “Kami lelah, kami menginginkan hak-hak kami, kami ingin hidup seperti anak-anak lain di seluruh dunia,” kata anak itu. “Ini bukanlah sebuah kehidupan; tidak ada tempat yang aman, bahkan di gereja, di masjid, bahkan di rumah sakit.”
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan pada Rabu (25/10) bahwa sekitar 70 persen dari 2,3 juta penduduk wilayah tersebut telah meninggalkan rumah mereka akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung di tengah kondisi kehidupan yang sulit. Sekjen PBB, Antonio Guterres, menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera” di Gaza untuk meringankan “penderitaan besar umat manusia”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








