Kantor Media Pemerintah (Gaza Media Office/GMO) di Gaza mengumumkan bahwa jumlah jurnalis yang gugur sejak awal genosida Israel di Jalur Gaza telah mencapai 239 orang. Korban terbaru adalah Islam Al-Koumi, seorang jurnalis sekaligus editor konten di beberapa media, yang terbunuh pada Senin (18/8) malam setelah rumahnya di kawasan Sabra, Kota Gaza, dibom jet tempur Israel.
Dalam pernyataannya, GMO mengecam keras penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina. Mereka menyerukan Federasi Jurnalis Internasional, Serikat Jurnalis Arab, serta organisasi media di seluruh dunia untuk mengutuk kejahatan ini dan menuntut perlindungan bagi jurnalis Gaza.
GMO juga menegaskan bahwa Israel, bersama dengan AS, Inggris, Jerman, dan Prancis, turut bertanggung jawab atas kejahatan keji tersebut. Komunitas internasional, organisasi kebebasan pers, serta serikat profesi diminta segera mengambil langkah nyata, termasuk membawa para pemimpin Israel ke pengadilan internasional dan menghentikan genosida.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 62.000 warga Palestina telah terbunuh akibat agresi Israel di Gaza. Serangan militer ini menghancurkan wilayah tersebut dan menjerumuskan penduduk Palestina ke ambang kelaparan. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).
Sumber:
https://www.#/20250819-israeli-army-kills-another-palestinian-journalist-in-gaza-death-toll-rises-to-239/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israeli-army-kills-another-palestinian-journalist-in-gaza-death-toll-rises-to-239/3663692
https://english.palinfo.com/news/2025/08/19/345904/







