Pusat Arab untuk Kemajuan Media Sosial mengatakan bahwa tahun 2022 menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam jumlah ujaran kekerasan yang tertuju pada komunitas Arab dan Palestina di Israel. Ujaran kekerasan meningkat 10% dibandingkan tahun 2021, dan jumlah publikasi kekerasan yang terbit melalui jaringan dalam bahasa Ibrani mencapai 685.000 percakapan, dibandingkan dengan 620.000 publikasi kekerasan selama tahun 2021.
Beberapa jenis ujaran kekerasan berbentuk rasisme dan hasutan. Ada peningkatan yang jelas dalam persentase ujaran rasis terhadap orang Arab dan Palestina, yang mencapai 39% dari seluruh ujaran kekerasan, sedangkan 41% dari ujaran kekerasan tersebut merupakan hinaan yang ditujukan kepada orang Arab dan Palestina, sementara 20% lainnya berisi kalimat yang menghasut.
Puncak ujaran rasis sepanjang tahun 2022 terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei, dan ini terkait dengan peristiwa yang terjadi di Beersheba, sedangkan Mei adalah bulan paling kejam secara digital setelahnya karena tragedi pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.
Dalam hal penyebaran ujaran kekerasan di jejaring sosial dalam segala bentuknya, mirip dengan tahun sebelumnya, Twitter tetap menjadi platform paling populer untuk ujaran kekerasan, mencetak 51% dari semua ujaran kekerasan, dan Facebook menyumbang 20% dari ujaran kekerasan. Selain itu, persentase ujaran kekerasan dalam komentar di artikel internet telah meningkat selama beberapa tahun terakhir hingga mencapai 26% dari seluruh ujaran kekerasan.
Dalam konteks ini, 7amleh mengindikasikan perlunya perusahaan media sosial mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran hasutan, rasisme, dan kekerasan terhadap orang Arab dan Palestina melalui berbagai platform. Jenis konten ini mengarah pada peningkatan serangan terhadap orang Arab dan Palestina di lapangan. Oleh karena itu, 7amleh menegaskan kembali kepada perusahaan media sosial tentang perlunya mengembangkan kamus ujaran kebencian dalam bahasa Ibrani dan menggunakannya untuk memantau jenis konten ini.
Indeks Rasisme dan Hasutan di jejaring sosial Israel ini adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh 7amleh Center yang memantau kata-kata rasis dan kekerasan terhadap orang Arab dan Palestina sepanjang tahun.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








