Jana Zakarneh (15), yang ditembak mati oleh tentara Israel di Jenin pada Minggu malam (11/12), adalah korban lain dari kegagalan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan anak-anak khususnya, menurut Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina.
“Negara Palestina mengutuk dengan keras kejahatan Israel yang terus berlangsung dan pembunuhan yang disengaja terhadap anak-anak Palestina, termasuk pembunuhan terbaru Jana Majdi Zakarneh yang berusia 15 tahun, oleh seorang penembak jitu di Jenin, saat dia berada di atap rumahnya,” kata Kementerian dalam sebuah pernyataan.
Pasukan pendudukan Israel menembak Jana di kepala dan dada, membunuhnya seketika. Jana adalah anak Palestina ke-53 yang dibunuh oleh Israel pada tahun ini saja, menandainya sebagai tahun paling mematikan bagi rakyat Palestina.
“Jana adalah korban lain dari kegagalan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya yang terus berlangsung dan meningkat. Penargetan Israel terhadap anak-anak Palestina di rumah, sekolah, dan jalan-jalan mereka dilakukan secara sistematis dan meluas yang ditujukan untuk mengintimidasi anak-anak dan keluarga mereka serta menyebabkan trauma dan ketidakamanan bagi seluruh masyarakat Palestina,” kata Kementerian.
“Negara Palestina menegaskan kembali bahwa daftar rasa malu (list of shame) tetap menjadi alat pertanggungjawaban yang paling kuat dan pencegah yang efektif serta jaminan perlindungan anak. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera memasukkan pasukan pendudukan Israel, dan milisi pemilik kolonial, ke dalam daftar yang memalukan dan meminta pertanggungjawaban Israel sepenuhnya atas kejahatannya terhadap anak-anak Palestina. Membebaskan Israel dari menghadapi konsekuensi atas kejahatannya merusak perlindungan anak-anak di seluruh dunia,” tambahnya.
“Kami juga meminta Jaksa Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki, secara cepat dan efektif, pembunuhan Israel terhadap Jana dan banyak anak Palestina lainnya yang terus menjadi sasaran pendudukan ilegal Israel. Kami juga menyerukan kepada semua pemegang mandat yang relevan, pejabat internasional dan pemerintah untuk secara terbuka menolak dan menghadapi kejahatan semacam itu. Anak-anak Palestina berhak atas hak asasi mereka, perlindungan, kesehatan, martabat, dan perdamaian. Mereka bukan pengecualian dari aturan global ini,” Kementerian menyimpulkan pernyataannya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








