Jemaah yang hendak menjalankan ibadah haji pada tahun ini sebaiknya menjaga kondisi tubuh, mengingat ibadah ini memerlukan kekuatan mental dan fisik. Selain itu, penting juga bagi calon jemaah haji untuk memeriksakan kondisi kesehatan demi meminimalisasi penyakit yang diderita di Tanah Suci. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 92.668 jemaah haji pada 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.767 orang di antaranya memiliki riwayat penyakit, sedangkan 27.901 orang tidak memiliki riwayat penyakit.
Penyelenggaraan ibadah haji 2023 M/1444 H telah memasuki hari ke-13. Per 5 Juni 2023 pukul 16.00 WAS, jumlah jemaah haji yang tiba di Arab Saudi adalah 81.198 orang (211 kloter) dengan jumlah jemaah risiko tinggi (Risti) sebanyak 72,13%. Selain itu, Kemenkes juga melaporkan ada lima penyakit yang paling dominan dialami jamaah haji Indonesia, yaitu:
- Fatigue atau kelelahan sebanyak 5.766 orang
- Hipertensi esensial sebanyak 5.126 orang
- Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) 2.569 orang
- Myalgia sebanyak 1.780 orang
- Diabetes Melitus sebanyak 1.128 orang
Tingginya angka jemaah haji Risti membuat penyelenggara kesehatan haji tahun ini perlu memberikan tenaga ekstra untuk memastikan jemaah haji dapat beribadah dengan lancar. Oleh karenanya, Kemenkes tahun ini berinovasi untuk menyelenggarakan medical check up (MCU) untuk jemaah haji Risti.
Diketahui bahwa kriteria jemaah haji Risti yaitu berusia 60 tahun atau lebih; dan/atau memiliki faktor risiko kesehatan dan gangguan kesehatan yang potensial menyebabkan keterbatasan. Memasuki masa jelang Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik yang berada di Madinah maupun Makkah, melaksanakan MCU untuk jemaah haji Risti. Pelaksanaan MCU di KKHI Madinah dilakukan sejak 2 Juni hingga 8 Juni 2023, sedangkan KKHI Makkah pada 5 Juni 2023 hingga menjelang puncak Armuzna.
Setiap hari MCU dilaksanakan dengan melayani 50 jemaah Risti yang sebelumnya telah diseleksi melalui monitoring kesehatan rutin yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang ada di kloter. Jemaah haji akan melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pengukuran EKG, dan pengukuran kimia darah. Selanjutnya hasil pengukuran tersebut akan diberikan rekomendasi oleh dokter spesialis di KKHI.
MCU ini dilaksanakan guna mengevaluasi kesehatan para jemaah haji Risti agar mengetahui kondisi saat ini, agar tidak bertambah berat penyakitnya saat puncak ibadah haji. Selain itu, hasil MCU dapat menjadi rekomendasi bagi TKH bagaimana jemaah haji Lansia dengan Risti dalam kloternya melaksanakan puncak haji di Arafah nantinya. Sehingga jemaah haji tersebut tetap dapat memenuhi seluruh rukun haji dan tidak menambah berat kondisi kesehatannya
Sumber:
https://databoks.katadata.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








