Sejak tentara Israel memasuki Lebanon selatan melalui darat, pasukannya telah berupaya untuk mendokumentasikan operasi mereka dengan meledakkan seluruh desa di jalur perbatasan dan daerah yang mereka masuki.
Batalyon Jadan 5280, sebuah batalyon teknik di Brigade Alexandroni milik tentara Israel yang melakukan tugas utama berupa operasi jebakan dan pengeboman.
Aktivis Palestina Younis al-Tirawi menerbitkan rekaman video yang menunjukkan tentara Unit Jadan 5280 yang memasang jebakan dan meledakkan desa-desa pemukiman warga sipil di Lebanon selatan.
Rekaman yang diterbitkan oleh aktivis Palestina tersebut menunjukkan bagaimana tentara pendudukan melakukan aksi kolektif dengan memasang jebakan di rumah-rumah dengan bahan peledak, dan mendokumentasikan operasi pengeboman tanpa rasa kemanusiaan itu dengan pesawat pengintai atau melalui ponsel mereka sebelum mengebom desa-desa tersebut.
Salah satu operasi pengeboman yang tersebar luas di sosial media menampilkan seorang perwira Israel yang mengenakan mahkota, duduk di kursi dan memberikan instruksi untuk meledakkan Desa Mays al-Jabal di tengah perayaan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Citra satelit menunjukkan kerusakan yang meluas di beberapa desa tersebut, dan rekaman lain dari pesawat pengintai menunjukkan saat pasukan pendudukan meledakkan bangunan di Kota Muhaibib, di Distrik Marjayoun, Lebanon selatan.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, 23 dari 29 desa di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel sebagian besar telah hancur. Aktivis lokal mengatakan bahwa tentara Israel meledakkan lebih dari 200 bangunan dengan memasang jebakan, untuk kemudian meledakkannya.
Para aktivis menuntut agar adegan-adegan pengeboman desa-desa dan lingkungan sekitar yang dipublikasikan oleh tentara pendudukan, agar dikumpulkan dan diarsipkan untuk digunakan melawan mereka di pengadilan internasional. Tentara Israel harus bertanggung jawab atas segala kejahatannya di Jalur Gaza dan Lebanon.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








