Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan secara terbuka bahwa haknya untuk bergerak tanpa hambatan lebih penting daripada kebebasan bergerak bagi warga Palestina di Tepi Barat. Pernyataan yang ia sampaikan tersebut dengan segera memicu kemarahan penduduk Palestina.
“Hak saya, hak istri dan anak-anak saya untuk bergerak di sekitar Yudea dan Samaria (Tepi Barat) lebih penting daripada kebebasan bergerak bagi orang-orang Arab,” katanya dalam wawancara Rabu malam dengan Channel 12 News. Berbicara langsung kepada jurnalis Mohammad Magadli, yang merupakan warga negara Palestina di Israel, Ben-Gvir berkata, “Maaf, Mohammad, tapi itulah kenyataannya.”
Ben-Gvir, yang dikenal sebagai provokator sayap kanan yang membenci Palestina, mengendalikan Polisi Perbatasan Israel di Tepi Barat. Dia tinggal di Kiryat Arba, salah satu permukiman Yahudi paling radikal di Tepi Barat. Berdasarkan hukum internasional, permukiman di wilayah yang dijajah adalah ilegal dan merupakan hambatan besar bagi gagasan solusi dua negara.
Ben-Gvir telah beberapa kali dihukum atas tuduhan mendukung “organisasi teroris” Yahudi dan menghasut rasisme terhadap orang Arab dan non-Yahudi. Jurnalis Israel Nir Gontarz mengatakan komentar Ben-Gvir tidak mengejutkan. “Dia hanya menggambarkan kenyataan apa adanya,” tulis Gontarz di X (Twitter). “Realitas ini diciptakan oleh pemerintah sayap kiri dan sayap kanan [Israel].”
Ahmad Tibi, seorang anggota Knesset keturunan Palestina-Israel, mengatakan: “Untuk pertama kalinya, seorang menteri Israel mengakui secara langsung bahwa Israel menerapkan rezim apartheid, berdasarkan supremasi Yahudi.”
Pembawa acara MSNBC Mehdi Hasan juga mengecam Amerika Serikat karena mendanai dan terlibat dalam apartheid Israel. AS memang telah memberi Israel – penerima kumulatif terbesar bantuan luar negeri AS – rata-rata $3,8 miliar bantuan militer setiap tahunnya.
AS dan Uni Eropa terus membela Israel, bahkan sampai mengeluarkan resolusi pada bulan Juni lalu yang menyatakan bahwa Israel “bukan negara rasis atau apartheid”, yang berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








