Jaringan komunikasi, internet, dan telepon telah diputus di Gaza ketika Israel menyatakan pihaknya telah memasuki ‘fase baru’ dalam agresi terhadap wilayah kantong yang diblokade tersebut. Para wartawan tidak dapat menjangkau ruang berita dan dikhawatirkan Israel akan menggunakan pemadaman tersebut untuk melakukan kejahatan perang yang lebih besar terhadap masyarakat. Sebab, orang-orang tidak lagi dapat memberitahu kepada dunia apa yang sedang terjadi atau meminta bantuan internasional.
Pemutusan jaringan ini juga berarti warga Palestina di Gaza tidak bisa lagi meminta ambulans atau tim pertahanan sipil untuk membantu operasi penyelamatan setelah Israel menargetkan lingkungan mereka. Laporan dari wilayah tersebut juga tampaknya menunjukkan adanya getaran jauh di dalam bumi yang dapat dirasakan hingga bermil-mil jauhnya. Ini diyakini oleh para analis sebagai akibat dari Israel yang menggunakan bom baru untuk menembus terowongan perlawanan Palestina.
Israel mengklaim terowongan itu ada di bawah Rumah Sakit Shifa, jalur vital bagi warga Palestina di Gaza utara, tempat sekitar 5.000 pengungsi berlindung. Dalam sebuah video yang dirilis di saluran media sosialnya, mereka mengklaim gerakan perlawanan telah membangun kota bawah tanah di bawah rumah sakit, namun tidak memberikan bukti atas klaim tersebut. Hal ini membuat para analis mengatakan Israel berencana menargetkan Rumah Sakit Al-Shifa, setelah mereka meminta pemerintahnya untuk mengosongkan lokasi tersebut awal pekan ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








