Otoritas Israel mulai menutup Masjid Ibrahimi di Kota AL-Khalil (Hebron) bagi Muslim Palestina pada Rabu (9/10) selama empat hari berturut-turut untuk digunakan pemukim kolonial dalam merayakan dua hari raya Yahudi.
“Otoritas pendudukan Israel menutup masjid pada Rabu (9/10) untuk merayakan Sukkot dan Yom Kippur,” kata Direktur Masjid Ibrahimi Moataz Abu Sneineh kepada Anadolu.
Ia mengatakan, bagaimanapun, situs tersebut akan terbuka bagi pemukim Israel untuk melakukan ritual Talmud dan menyelenggarakan perayaan.
“Masjid akan tetap ditutup (untuk jamaah Palestina) hingga Sabtu (12/10) malam,” tambahnya.
Para pemukim kolonial akan memperingati Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, pada Kamis (10/10) malam.
Masjid Ibrahimi, yang terletak di Kota Tua Al-Khalil, berada di bawah kendali Israel, dengan ratusan pemukim ilegal yang tinggal di daerah tersebut dan dijaga oleh tentara Israel.
Sejak terjadinya pembantaian oleh pemukim ilegal yang mengakibatkan terbunuhnya 29 jamaah Palestina di Masjid Ibrahimi pada 1994, Israel telah membagi masjid secara spasial dengan mengalokasikan 63% ruang untuk jamaah Yahudi dan 37% untuk Muslim.
Sehubungan dengan itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mengutuk penutupan Masjid Ibrahimi tersebut, mengatakan bahwa penutupan masjid tersebut bagi jamaah Muslim membuktikan bahwa orang Palestina tidak dipandang sebagai manusia yang layak mendapatkan hak dan martabat.
Ketegangan meningkat di seluruh Tepi Barat yang diduduki di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, yang telah merenggut hampir 42.000 nyawa warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak 7 Oktober tahun lalu.
Sementara itu, menurut sumber Palestina, sedikitnya 745 warga Palestina terbunuh, dan hampir 6.200 terluka di wilayah yang diduduki (Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur) selama periode yang sama.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








