Pengadilan pendudukan Israel pada Kamis (6/10) menolak permintaan pembebasan awal tawanan yang terkena kanker. Juru Bicara Komisi Urusan Tawanan, Hassan Abed-Rabbu, mengatakan bahwa komite khusus yang bersidang di Ramleh untuk memeriksa kasus Nasser Abu Hamid (49) menolak banding yang diajukan oleh pengacaranya untuk pembebasannya meskipun kesehatannya memburuk.
Pengacara yang mewakili Abu Hamid mengajukan banding ke pengadilan untuk pembebasan segera berdasarkan laporan medis akhir yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Assaf Harofeh yang merekomendasikan pembebasan segera. Abu Hamid berasal dari Kamp Pengungsi Amari di Ramallah. Ia mengalami koma pada awal tahun ini setelah menderita radang paru-paru parah akibat kontaminasi bakteri.
Bulan lalu, Komisi Tawanan dan Mantan Tawanan PLO mengatakan tumor yang baru-baru ini terdeteksi di kepala Abu Hamid adalah akibat dari kegagalan Layanan Tawanan Israel dalam menangani kondisi kesehatannya pada tahap awal. Dia seharusnya menjalani CT scan kepala, USG, dan biopsi karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
Keluarga Abu Hamid sebelumnya telah mengimbau semua pihak yang berkepentingan agar mengambil tindakan segera untuk menyelamatkan nyawa putra mereka. Mereka menyeru rakyat Palestina untuk melanjutkan dukungan mereka dalam menekan pendudukan agar membebaskan Abu Hamid karena ia menghadapi risiko kematian. Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina juga telah mendesak semua lembaga hak asasi manusia dan internasional untuk segera campur tangan dan menekan otoritas pendudukan Israel untuk membebaskan Abu Hamid, yang sedang berjuang melawan kanker.
Abu Hamid adalah salah satu dari lima bersaudara yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel karena aktivitas mereka dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel di tanah air mereka. Dia telah dipenjara sejak 2002, dan menjalani tujuh hukuman seumur hidup dan tambahan 50 tahun di balik jeruji besi.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








