Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa pasien Palestina menghadapi hambatan berat untuk mengakses perawatan kesehatan dasar. Hal tersebut dikatakan pada saat perayaan yg diselenggarakan World Health Organization (WHO), pada Kamis (7/4), dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia bertajuk “Penguatan Sistem Kesehatan dan Penguatan Masyarakat”. Perayaan tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Mai al-Kaila, Direktur Organisasi Kesehatan Dunia Richard Peppercorn, dan perwakilan lembaga internasional dan penyedia layanan di sektor ini, Otoritas Kesehatan Palestina, sekelompok pendukung internasional, dan manajer umum di Kementerian Kesehatan.
WHO menegaskan bahwa otoritas pendudukan Israel tidak menyetujui 35% permintaan izin pasien Jalur Gaza untuk perawatan ke rumah sakit mereka sepanjang Maret lalu. Akibatnya pasien terlambat dalam perawatan medis sehingga menelan korban jiwa dan mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan pasien Palestina dan keluarga mereka. WHO menyerukan untuk menciptakan dunia yang mendukung kesehatan manusia dan lingkungan. Tidak mungkin memiliki masyarakat yang sehat di lingkungan yang tercemar, atau memiliki lingkungan yang bersih dalam masyarakat yang tidak sehat.
Deputi WHO di Palestina mengatakan bahwa pandemi korona menyoroti perlunya keterlibatan berbagai sektor untuk meningkatkan kesehatan penduduk dan mengatasi faktor-faktor kesenjangan kesehatan. Apabila Krisis perlindungan di wilayah pendudukan Palestina berkepanjangan maka akan berpengaruh pada fragmentasi penyediaan perawatan kesehatan dan pembatasan akses ke layanan kesehatan bagi pasien dan pendamping mereka.
Sumber:
https://www.wafa.ps/Pages/Details/44652
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








