Tentara Israel pada Rabu (23/10) melancarkan beberapa serangan udara terhadap Tirus, kota pelabuhan bersejarah di selatan Lebanon, yang dikenal dalam bahasa Arab dengan nama Sour.
Militer Israel telah mengeluarkan perintah bagi penduduk untuk meninggalkan sebagian besar wilayah kota, yang juga telah menampung banyak orang yang melarikan diri dari pengeboman Israel di kota-kota dan desa-desa selatan lainnya.
Berlindung di balik pohon besar, seorang fotografer dari kantor berita The Associated Press mengarahkan kameranya ke sebuah gedung apartemen di Beirut yang menurut peringatan militer Israel berada dalam bidikannya.
Sekawanan burung terbang di atas gedung beberapa menit sebelum serangan udara Israel. [Foto Bilal Hussein/AP]Ketika sebuah rudal jatuh dari langit beberapa saat kemudian, jurnalis foto dan lensanya diposisikan dengan sempurna untuk mendokumentasikan jejak kehancuran –detik demi detik, bingkai demi bingkai.
“Saya mendengar suara rudal bersiul, mengarah ke gedung, lalu saya mulai merekam,” kata fotografer Bilal Hussein pada Selasa (22/10), beberapa jam setelah pasukan Israel melancarkan serangan.
Serangan pada hari Selasa terjadi sekitar 40 menit setelah juru bicara militer Israel mengunggah peringatan di media sosial, yang meminta warga di dalam dan sekitar dua gedung di pinggiran selatan Beirut untuk mengungsi dari daerah tersebut. [Foto Bilal Hussein/AP]Serangan pada hari Selasa itu terjadi sekitar 40 menit setelah seorang juru bicara militer Israel mengunggah peringatan dalam bahasa Arab di media sosial, yang menghimbau orang-orang di dalam dan sekitar gedung di pinggiran selatan ibu kota Lebanon itu untuk segera mengungsi.
Orang-orang menunduk saat rudal menghantam gedung di Ghobeiry. [Foto Bilal Hussein/AP]Dia tidak menjelaskan mengapa gedung-gedung tersebut menjadi sasaran, selain mengatakan bahwa gedung-gedung tersebut berada di dekat “fasilitas” yang terkait dengan kelompok Hizbullah.
Peringatan itu mendorong banyak orang untuk mengungsi dari lingkungan yang ramai dan padat penduduk itu, meskipun ada pula, termasuk beberapa wartawan, yang tetap berjaga. Pada saat serangan itu terjadi, gedung itu telah dievakuasi dan tidak ada laporan korban jiwa.
Beberapa menit sebelum rudal itu dijatuhkan, dua proyektil yang lebih kecil ditembakkan ke atap sebagai serangan peringatan, menurut wartawan AP di lokasi kejadian. Ini adalah praktik penghancuran yang sama seperti yang dilakukan militer Israel dalam serangan di Jalur Gaza.
Asap mengepul dari gedung tersebut menyusul serangan peringatan Israel yang terjadi beberapa menit sebelum rudal menjatuhkan gedung tersebut. [Foto Bilal Hussein/AP]Ketika rudal utama meluncur ke arah gedung, gambarnya kabur, tetapi kamera Hussein memberikan kesaksian.
Orang-orang menyaksikan runtuhnya bangunan. [Bilal Hussein/Foto AP]Asap mengepul dari bangunan yang hancur di lingkungan yang padat penduduk. [Foto Bilal Hussein/AP]Awan asap dan puing mengepul saat bangunan itu runtuh. [Bilal Hussein/Foto AP]
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...