Seorang perempuan Palestina berusia 60 tahun yang namanya belum teridentifikasi telah ditembak oleh seorang penjaga keamanan Israel pada hari Minggu (9/7). Penjaga tersebut menuduh lansia itu mengeluarkan pisau di sebuah stasiun kereta di Sheikh Jarrah, Al-Quds (Yerusalem) Timur, dan berusaha menikam petugas keamanan.
Akibat tuduhan tersebut, perempuan itu kemudian ditembak di Jalan Haim Bar Lev, dekat markas polisi nasional Israel, kemudian ditangkap. Sementara itu, penjaga keamanan yang menuduhnya tidak terluka apa pun, sedangkan perempua lansia yang ia tuduh sedang menerima perawatan medis dan kondisinya sudah stabil, kata polisi.
Komisaris Polisi Israel Kobi Shabtai segera mengunjungi tempat kejadian, di Stasiun Ammunition Hill. Pasukan Israel juga telah meningkatkan kehadiran mereka di daerah itu setelah insiden tersebut. “Sebuah laporan diterima tentang percobaan penusukan di stasiun kereta di Yerusalem, dan tidak ada korban luka,” kata seorang juru bicara polisi Israel dalam sebuah pernyataan. “Tersangka langsung dinetralkan oleh penjaga kereta api, dan saat ini sedang dirawat dan dalam kondisi cedera ringan.” Juru bicara menambahkan bahwa tempat kejadian telah ditutup untuk mengumpulkan bukti.
Insiden terbaru ini terjadi setelah salah satu minggu paling kejam di Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Senin lalu, pasukan Israel telah membunuh 18 warga Palestina. Menurut penghitungan Middle East Eye, 192 warga Palestina telah tewas oleh tembakan Israel tahun ini, termasuk 33 anak-anak–dengan tingkat lebih dari satu kematian per hari. Sedikitnya 157 orang tewas di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, sementara 36 orang sisanya tewas di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








