Seorang pria berusia 33 tahun dan putranya yang berusia dua tahun ditembak mati pada Selasa (20/12) di Nazareth. Dua kematian tersebut menandai warga Arab-Israel ke-100 yang terbunuh sejak awal 2022 yang oleh para pemimpin komunal disebut sebagai “epidemi” yang melanda kota-kota Arab di “Israel”.
Polisi telah membuka penyelidikan atas penembakan tersebut dan sedang menyelidiki daerah tersebut untuk menemukan para penembak. Seorang paramedis yang tiba di tempat kejadian mengatakan bahwa pada saat kedatangan dia menemukan sang ayah, Fares Haib, tanpa denyut nadi. Haib kemudian segera mendapat pertolongan di Rumah Sakit Haemek di Afula dalam kondisi kritis sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, putranya ditemukan dalam kondisi serius dan dipindahkan ke Rumah Sakit Inggris di Nazareth untuk dirawat, tetapi kemudian meninggal karena luka-lukanya.
Menteri Keamanan Publik Israel Omer Bar-Lev mengatakan bahwa “Perang melawan kejahatan di komunitas Arab sangat kompleks, dan tidak ada jalan pintas.” “Polisi Israel akan terus bertindak dengan kekuatan dan tekad penuh terhadap para penjahat ini, dan seiring dengan kegiatan ini, mobilisasi berkelanjutan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemimpin, pembuat opini, dan pendidik di komunitas Arab diperlukan untuk membantu perjuangan penting ini,” tambah Bar-Lev.
Menurut penghitungan Haaretz, 100 orang telah tewas di komunitas Arab di Israel sejak awal tahun, termasuk 13 perempuan. Dalam periode yang sama pada tahun lalu, sebanyak 122 orang terbunuh dan total untuk tahun 2021 mencapai 126 orang di komunitas Arab.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








