Palestine Center for Prisoner Studies menegaskan bahwa frekuensi penangkapan Israel kian meningkat. Mereka memantau bahwa terdapat 3.750 kasus penangkapan selama paruh pertama tahun 2022. Sebagian besar tawanan dari jumlah tersebut dibebaskan setelah interogasi atau penahanan dalam waktu yang singkat. Diantara mereka terdapat 76 perempuan dan anak perempuan, serta 470 anak-anak di bawah umur.
Tidak ada hari tanpa penangkapan. Jumlah tawanan dalam sehari bisa mencapai puluhan. Semua tawanan menjadi sasaran pelecehan, penyiksaan, dan penghinaan. Puluhan petinggi agama dan daerah juga ditangkap selama paruh pertama tahun ini.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa terdapat 146 kasus penangkapan terjadi karena menulis di situs media sosial, terutama Facebook, selama enam bulan pertama tahun ini. Beberapa dari mereka mendapatkan hukuman dalam jangka waktu yang berbeda dan/atau menjadi tahanan administratif tanpa pengadilan. Sebelum dibebaskan, otoritas penahanan melarang mereka menggunakan Facebook hingga beberapa bulan untuk mencegah mereka menulis dan mengungkapkan pendapat mereka.
Baca juga “360 Penangkapan Selama Juni, Perempuan dan Anak-Anak, Salah Satu Seorang Anak Di bawah 2 Tahun” di sini
Colonization and Wall Resistance Commission juga melaporkan bahwa otoritas Israel dan pemukim ekstremis melakukan 5.238 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat selama paruh pertama tahun 2022. Laporan yang keluar pada hari Senin (4/7), tersebut mengindikasikan bahwa serangan-serangan ini berkisar dari perusakan, pembuldoseran tanah, penumbangan pohon, perampasan properti, penutupan, dan penyerangan fisik. Serangan-serangan ini terkonsentrasi di provinsi Betlehem dengan 946 serangan, Ramallah dengan 909 serangan, dan Al-Quds (Yerusalem) dengan 799 serangan.
Hingga akhir Juni lalu, otoritas Israel menyetujui 46 rencana perluasan permukiman atau pendirian pemukiman baru di Tepi Barat dan Al-Quds. Sementara itu, masih ada 66 rencana untuk persetujuan selanjutnya. Pada paruh pertama tahun 2022 ini para pemukim Israel telah mendirikan lima pos di tanah warga Palestina, yaitu di Ramallah, Nablus, dan Salfit. Selain itu, otoritas Israel menyita total 22.394 dunam, di antaranya, 21.959 dunam adalah cagar alam tanah Al-Quds dan Yerikho. Penyitaan tersebut menggunakan berbagai dalih, seperti menyatakannya sebagai cagar alam, perintah pengambilalihan, dan perintah penyitaan.
Sementara itu terdapat 572 pemberitahuan pembongkaran fasilitas Palestina dengan alasan non-lisensi. Sebagian besar terkonsentrasi di Hebron dengan 146 pemberitahuan dan Betlehem dengan 136 pemberitahuan. Mereka juga menghancurkan 295 bangunan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem). Akibatnya, 445 orang terkena dampak, termasuk 212 anak-anak. Belum lagi penargetan lahan pertanian, terutama lahan zaitun, yang berjumlah 51 serangan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








