Organisasi HAM untuk tawanan Palestina mengeluarkan sebuah laporan tindak pelanggaran Zionis Israel.
Laporan menunjukkan bahwa Israel telah menangkap 690 warga, termasuk 76 anak-anak dan 19 perempuan selama bulan Mei 2022. Tingkat penangkapan tertinggi terjadi di Al-Quds (Yerusalem), yaitu sebanyak 401 kasus, termasuk 58 anak dan 16 perempuan.
Sementara itu, jumlah perintah penahanan administratif yang keluar selama bulan Mei mencapai sekitar 160 perintah, sebagian besar perintah tersebut keluar untuk tawanan baru. Israel melakukan mayoritas proses penangkapan melalui kekerasan, antara lain: pemukulan, penyergapan, dan penembakan.
Baca juga “Nasib Tawanan Anak Palestina dalam Tahanan Militer Israel” di sini
Terhitung sejak Mei 2021 hingga tahun ini, sekitar 9.700 penangkapan terjadi di seluruh Palestina, termasuk 153 perempuan, dan 1.417 anak. Tingkat penangkapan tertinggi terjadi di Al-Quds (Yerusalem), yaitu sebesar 4.540 kasus, dan sebagian besar dari mereka Israel bebaskan dengan atau tanpa syarat. Kota Al-Quds (Yerusalem) menjadi saksi bisu dari banyak penangkapan setiap bulan, diikuti oleh Hebron, Jenin, dan Betlehem.
Sumber:
Baca juga “Amnesti Mendesak Israel Membebaskan Pembela HAM yang Ditawan Tanpa Tuduhan” di sini
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








