Pasukan pendudukan Israel telah menangkap 2.200 warga Palestina sepanjang tahun ini di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem); sebagian besar dilakukan selama Ramadan di Al-Quds. Menurut data dari Klub Tawanan Palestina, 1.200 dari penduduk yang ditangkap berada di Al-Quds, termasuk 440 orang yang ditahan pada Kamis subuh di Masjid Al-Qibli.
Ia menambahkan bahwa pasukan pendudukan semakin menargetkan warga Palestina di Al-Quds sejak bulan suci Ramadan dimulai 2 minggu lalu. Ini telah menjadi strategi Israel sejak 2021, tambahnya. Beberapa dari penduduk yang ditahan telah mengalami lebih dari 40 penangkapan selama beberapa tahun, menurut Klub Tawanan.
Para tawanan dibebaskan dengan syarat seperti pengenaan denda uang dan pembayaran uang jaminan, atau dengan syarat tawanan rumah dan deportasi, khususnya dari Kota Tua, termasuk Masjid Al-Aqsa. Ini, tambahnya, adalah bagian dari kampanye pendudukan untuk mengosongkan kota dari penduduk Palestina.
Dalam pernyataan terpisah, pasukan pendudukan Israel dilaporkan telah membunuh 40 anak Palestina dan menahan lebih dari 800 lainnya sejak awal tahun 2022, ungkap Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Otoritas Palestina saat memperingati Hari Anak Palestina. Kementerian memperingatkan bahwa anak-anak Palestina tetap menjadi kelompok yang paling ditargetkan oleh pasukan pendudukan Israel.
Hari Anak Palestina diperingati pada tanggal 5 April setiap tahun. Kementerian menyerukan koordinasi upaya dan intervensi untuk melindungi hak anak atas pendidikan dan kehidupan. “Melindungi dan mempertahankan martabat, hak, dan kehidupan anak-anak Palestina tetap menjadi tujuan utama upaya Palestina di tingkat diplomatik dan hukum, dan kami menegaskan kembali tekad kami untuk mengejar tujuan ini dengan tekad dan keyakinan.”
Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menjadikan anak-anak sebagai target permanen dari kebijakan destruktif mereka, baik dengan pembunuhan maupun penangkapan. Sejak 1967, ketika pendudukan Israel di Tepi Barat, Al-Quds Timur, dan Jalur Gaza dimulai, Israel diperkirakan telah menahan lebih dari 50.000 anak. Hampir 20.000 anak telah ditahan sejak pecahnya Intifadah Kedua pada tahun 2000.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








