Pemerintah nasionalis-religius Israel telah menyetujui pembangunan 5.700 unit rumah ilegal tambahan untuk pemukim Yahudi di Tepi Barat pada Senin (26/6). Tindakan itu mereka lakukan meskipun ada tekanan dari AS untuk menghentikan perluasan pemukiman yang dianggap Washington sebagai hambatan bagi perdamaian dengan Palestina, lapor Reuters.
Rencana persetujuan unit perumahan di berbagai wilayah Tepi Barat telah disetujui oleh Dewan Perencanaan Tertinggi Israel. Pimpinan pemukim Yahudi bahkan memuji keputusan tersebut. “Saya berterima kasih kepada pemerintah Israel atas kelanjutan pembangunan permukiman Israel,” kata kepala Dewan Regional Tepi Barat Gush Etzion dan ketua Dewan Yesha, Shlomo Ne’man. “Terutama pada hari-hari sulit ini, ini adalah jawaban Zionis yang paling tepat untuk semua orang yang mencari bantuan kami.”
Sebagian besar negara menganggap permukiman yang dibangun di atas tanah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967 itu ilegal. Kehadiran mereka merupakan salah satu isu mendasar dalam penjajahan Israel-Palestina. Palestina berusaha untuk mendirikan negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Al-Quds (Yerusalem) Timur sebagai ibu kota mereka, sedangkan pemukim Israel berusaha mengklaim koneksi bersejarah Yahudi ke tanah itu. Pembicaraan damai yang ditengahi oleh Amerika Serikat telah dibekukan sejak 2014.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








