Sebanyak 38 warga Palestina di Kota Nablus di Tepi Barat terluka hari ini, ketika militer pendudukan Israel menyerang kota itu dan menembakkan peluru tajam serta gas air mata ke arah kerumunan massa. Menurut saksi mata, sebagaimana dikutip oleh laporan media, tentara dengan jumlah besar menggerebek beberapa distrik Nablus pada Kamis pagi (18/5), membobol dan menggeledah rumah warga Palestina.
Protes kemudian pecah antara puluhan pemuda Palestina dan pasukan Israel. Pasukan pendudukan menembakkan peluru dan gas air mata saat warga melemparkan batu dan botol kaca, serta menutup jalan untuk mencegah kendaraan lapis baja Israel memasuki kota.
Dalam pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina, dilaporkan bahwa timnya “menangani 38 orang cedera di tengah konfrontasi antara warga Palestina dan tentara Israel di Nablus”. Di antara mereka yang terluka adalah seorang warga Palestina yang menderita luka kritis akibat luka tembak di punggung dan tujuh lainnya tertembak peluru karet. Sementara itu, 80 orang dilaporkan menderita gangguan pernapasan akibat menghirup gas air mata.
Sumber keamanan Palestina yang dikutip oleh media mengatakan bahwa, selain melakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah, pasukan Israel menutup rute utama di dalam kota dalam upaya untuk melindungi sekelompok pemukim Israel yang melakukan perjalanan ke situs Makam Yusuf di daerah sekitar Nablus.
Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan dalam siaran pers pada hari Senin bahwa jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2023, sejauh ini, telah mencapai 151 orang.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








