Israel menyerang Jalur Gaza bagian selatan dan tengah pada hari Senin (15/7) untuk memberikan tekanan lebih besar terhadap Hamas. Hal tersebut dilakukan setelah serangan akhir pekan yang menargetkan pimpinan kelompok tersebut, justru membunuh banyak warga Palestina yang mencari perlindungan di kamp darurat, Reuters melaporkan.
Serangan Israel terhadap wilayah padat penduduk di al-Mawasi, dekat pantai Mediterania, telah menjadikan wilayah tersebut sebagai tanah gersang yang dipenuhi mobil-mobil terbakar dan mayat-mayat bergelimpangan. Para korban yang mengungsi mengatakan mereka tidak tahu ke mana harus pergi selanjutnya.
“Ketika tanah berguncang di bawah kakiku dan debu serta pasir naik ke langit, aku melihat anggota tubuh yang terpotong-potong. Aku tidak pernah melihat hal seperti itu dalam hidupku”, kata Aya Mohammad, seorang pedagang di pasar al-Mawasi, yang dihubungi melalui pesan teks seluler.
“Semua orang bertanya ke mana harus pergi, dan tidak ada seorang pun yang punya jawabannya.”
Al-Mawasi berada di pinggiran barat Khan Younis dan telah dijadikan tempat berlindung bagi ratusan ribu warga Palestina yang melarikan diri ke sana setelah Israel menyatakannya sebagai “zona aman”. Israel mengatakan bahwa serangan di sana pada hari Sabtu (13/7) adalah untuk menargetkan komandan militer Hamas, Mohammed Deif.
Pejabat Palestina mengatakan sedikitnya 90 orang terbunuh pada pembantaian tersebut dan ratusan lainnya terluka. Wartawan Reuters di lokasi kejadian merekam pembantaian itu, dengan pemandangan warga membawa korban luka dan tewas di tengah kobaran api dan asap.
Lebih jauh ke selatan di Rafah, fokus utama serangan Israel sejak Mei, penduduk melaporkan pertempuran baru pada hari Senin (15/7). “Pasukan Israel di bagian barat dan tengah kota meledakkan beberapa rumah”, kata mereka.
Militer Israel juga meningkatkan serangan udara dan tank di Gaza bagian tengah di Kamp Pengungsi bersejarah Al-Bureij dan Al-Maghazi.
sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








