Tentara Israel menyerang seorang pengemudi Palestina hari Rabu (12/4) dan merusak mobilnya, yang sedang digunakan untuk mengangkut putrinya yang disabilitas. Menurut Haaretz, Mohammed Sabarna telah berusaha untuk berbicara dengan tentara dan memperingatkan mereka tentang putrinya yang disabilitas. Namun, mereka terus menyerangnya dengan senjata dan memaksanya kembali ke rumahnya, di kota Beit Ummar di Tepi Barat, utara Hebron.
Juru bicara militer Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa tentara sedang berada di daerah itu untuk menangkap “buronan”. Tentara memaksa masuk ke mobil Mohammed setelah menerima intelijen yang menunjukkan bahwa dia menyimpan senjata di dalamnya. Tentara itu juga mengklaim bahwa Mohammed berusaha menolak akses tentara ke mobilnya. Setelah pemeriksaan, sama sekali tidak ada senjata yang ditemukan di dalamnya.
Sementara itu, Mohammed bersikeras tidak ada anggota militer yang membahas isi mobil tersebut dengannya dan tidak ada seorang pun dari keluarganya, termasuk dirinya sendiri, yang ditangkap. Dia menambahkan bahwa insiden itu terjadi pada pukul 04.30 pagi, ketika keluarganya berkumpul untuk sahur. Mereka dikejutkan oleh suara alarm mobil dan menyadari bahwa tentara Israel tiba-tiba menghancurkan jendela mobil mereka.
Penyerangan dan tindakan vandalisme sering dilakukan di kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem), baik oleh pemukim ilegal maupun tentara Israel. “Mereka memukul saya dengan senapan dan menyuruh saya diam, kemudian menggeledah mobil” kata Mohammed. “Tentara tidak berbicara kepada saya sebelum menghancurkan mobil dan tidak memasuki rumah saya atau mengetuk pintu sebelumnya.”
Dia mengatakan bahwa putrinya yang berusia 30 tahun, Yasmin, sangat bergantung pada mobil untuk mobilitasnya. “Kami saat itu sedang menjemputnya,” katanya. Mohammed telah mengunjungi kantor polisi Etzion setelah serangan itu, tetapi diperintahkan untuk kembali minggu depan. Israel secara ilegal menjajah Hebron dan seluruh Tepi Barat sejak 1967. Pelanggaran HAM terhadap warga Palestina dan pelanggaran hukum internasional terjadi setiap hari.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








