Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 100 orang di kamp Jabalia, kata Kementerian Kesehatan. Serangan udara Israel terhadap kamp pengungsi Jabalia di Gaza pada Selasa membunuh sedikitnya 100 warga Palestina, menurut pejabat Palestina.
Pejabat di Rumah Sakit Indonesia mengatakan mereka telah mencatat sedikitnya 50 kematian, dan sejauh ini Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah korban jiwa mencapai 100 orang. Kementerian Dalam Negeri Palestina mengatakan total ada 400 orang terbunuh dan terluka. Seorang juru bicara kementerian menambahkan bahwa seluruh kompleks perumahan telah hancur.
“Bangunan ini menampung ratusan warga. Penjajah menghancurkan distrik ini dengan enam bom buatan AS. Ini adalah pembantaian terbaru yang disebabkan oleh agresi Israel di Jalur Gaza,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Iyad al-Bazum kepada wartawan.
Komunitas internasional harus segera bertindak untuk menghentikan Israel sebelum terlambat. Rekaman dari kamp menunjukkan bangunan-bangunan rata dengan tanah, dan warga Palestina yang panik membawa anak-anak yang terluka menjauh dari lokasi kejadian.
Seorang koresponden Al Jazeera Arab di lapangan mengatakan dibutuhkan waktu “berpekan-pekan” untuk menyelamatkan dan menarik orang-orang dari bawah reruntuhan karena skala kehancuran yang disebabkan oleh bom Israel.
“Pembantaian ini sangat besar, tidak mungkin menghitung berapa banyak rumah yang hancur. Anggota tubuh orang berserakan dimana-mana,” tambahnya. Tim pertahanan sipil bergegas ke lokasi kejadian untuk mencoba menyelamatkan orang-orang, mencari di antara reruntuhan dengan tangan kosong. Banyak keluarga masih berada di rumah mereka ketika pengeboman terjadi.
Setidaknya 8.500 warga Palestina terbunuh dalam pengeboman Israel sejak 7 Oktober. Korban tewas warga Palestina termasuk 3.542 anak-anak dan 2.187 perempuan, menurut kementerian kesehatan. Sekitar 2.000 orang masih hilang, termasuk 1.100 anak-anak. Sebagian besar dari orang-orang ini diyakini wafat dan terkubur di bawah reruntuhan. Setidaknya 21.543 orang menderita luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Kamp Jabalia adalah yang terbesar dari delapan kamp pengungsi di Jalur Gaza, menampung lebih dari 116.000 orang yang terdaftar secara resmi di UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina. Jumlah sebenarnya orang yang berada di kamp tersebut kemungkinan besar jauh lebih banyak.
Kamp ini didirikan pada tahun 1948 setelah Nakba (atau malapetaka), ketika 800.000 warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi pembentukan negara Israel. Kamp ini memiliki luas 1,4 kilometer persegi dan mencakup 32 instalasi Unrwa, 26 sekolah, dan dua pusat kesehatan.
Sebelum Israel melakukan blokade total terhadap wilayah kantong tersebut dan melakukan pengeboman tanpa henti, kamp Jabalia sudah mengalami pemadaman listrik dan menerima pasokan air yang terkontaminasi akibat blokade 16 tahun di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








