Pasukan Israel menembak mati seorang pemuda Palestina dalam serangan militer di kamp pengungsi Balata di Nablus, Tepi Barat (13/6). Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pemuda Palestina tersebut diidentifikasi sebagai Faris Abdel-Menem Hashash (19). Ia menderita luka tembak di dada, perut, dan tubuh bagian bawah. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Bedah Rafidia namun dinyatakan meninggal di sana.
Pasukan Israel dalam jumlah besar dilaporkan menyerbu kamp pengungsi Balata pada Selasa sore, menyebabkan konfrontasi dengan penduduk yang melemparkan batu dan proyektil lainnya ke arah tentara. Bentrokan bersenjata juga dilaporkan terjadi selama serangan tersebut. Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), setidaknya sembilan warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel, termasuk seorang anak yang ditembak di kaki saat berada di dalam rumahnya. PRCS mengatakan tentara Israel menghalangi tenaga medis untuk merawat korban yang terluka.
Media Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel mengepung sebuah rumah di kamp untuk menangkap seorang pejuang kemerdekaan Palestina yang berada di dalamnya. Rumah itu kemudian mereka bakar dan pasukan Israel akhirnya meninggalkan kamp tanpa melakukan penangkapan, menurut laporan penduduk setempat. Hingga saat ini, tentara Israel belum mengomentari operasi tersebut.
Dengan terbunuhnya Hashash, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh setidaknya 155 warga Palestina pada tahun ini, termasuk 25 anak-anak. Sebanyak 121 kematian telah tercatat terjadi di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, sementara 34 lainnya di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








